Berita NasionalBreaking News

Kemkomdigi Ajak Insan Pers Perkuat Ruang Informasi Sehat di World Press Freedom Day 2026

4
×

Kemkomdigi Ajak Insan Pers Perkuat Ruang Informasi Sehat di World Press Freedom Day 2026

Sebarkan artikel ini
peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fifi Aleyda Yahya mengajak insan pers memperkuat kolaborasi dalam menjaga ruang informasi publik yang sehat, akurat, dan terpercaya di era digital./Foto Agus S/ InfoPublik

ACEHPEDIA.COM |Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak seluruh insan pers di Indonesia untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga ruang informasi publik yang sehat, akurat, dan terpercaya di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.

Ajakan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya saat menghadiri kegiatan fun walk bersama insan media dan masyarakat dalam rangka peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Menurut Fifi, insan pers memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam melawan hoaks, disinformasi, serta berbagai bentuk manipulasi informasi yang berkembang pesat di era digital.

Pers Jadi Benteng Melawan Hoaks dan Disinformasi

Dalam sambutannya, Fifi menegaskan bahwa jurnalis memegang peranan penting untuk menjaga kebenaran dan kualitas informasi di tengah masyarakat. Ia menyebut media sebagai benteng pertahanan utama dalam melawan penyebaran informasi palsu yang dapat memicu keresahan publik.

“Rekan-rekan pers adalah benteng pertahanan melawan hoaks dan disinformasi. Para jurnalis memegang peran kunci untuk menjaga kebenaran di tengah arus informasi yang semakin cepat dan belum tentu terverifikasi,” ujar Fifi pada peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta

Ia menilai perkembangan teknologi digital memang memberikan kemudahan dalam penyebaran informasi, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan besar terhadap kualitas dan validitas informasi yang diterima masyarakat.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat dinilai sangat penting dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan terpercaya.

Kecepatan Informasi Tidak Boleh Kalahkan Akurasi

Fifi juga mengingatkan bahwa persaingan kecepatan dalam dunia digital tidak boleh mengorbankan akurasi pemberitaan. Menurutnya, kualitas jurnalistik tetap harus menjadi prioritas utama di tengah tuntutan informasi real-time.

“Di era digital, kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi. Pemerintah bersama insan pers memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan kualitas informasi yang beredar di ruang publik,” katanya.

Ia menambahkan, produk jurnalistik harus tetap berpihak pada kepentingan masyarakat serta memberikan manfaat publik yang nyata. Media diharapkan tidak hanya mengejar viralitas, tetapi juga mampu menjaga integritas dan profesionalisme jurnalistik.

Dalam konteks tersebut, Hari Kebebasan Pers Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali komitmen bersama dalam menjaga demokrasi dan kebebasan pers yang bertanggung jawab.

World Press Freedom Day Jadi Momentum Penguatan Demokrasi

Peringatan World Press Freedom Day 2026 tahun ini dikemas melalui kegiatan fun walk yang berlangsung penuh keakraban antara pemerintah, insan media, dan masyarakat.

Fifi menyebut konsep fun walk dipilih sebagai simbol perjuangan panjang menjaga kemerdekaan pers yang membutuhkan stamina, konsistensi, dan kebersamaan.

“Kita merayakan Hari Kebebasan Pers kali ini dengan fun walk, karena perjuangan untuk kemerdekaan pers itu seperti jalan yang jauh, butuh stamina, butuh konsistensi, dan yang paling penting butuh kebersamaan,” tuturnya.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi yang lebih transparan dan mendukung transformasi digital yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Dorong Digitalisasi yang Inklusif

Kemkomdigi menilai penguatan literasi digital menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi tantangan informasi di era transformasi digital. Oleh sebab itu, pemerintah terus mendorong terciptanya ruang digital yang sehat dan aman bagi masyarakat.

Peringatan World Press Freedom Day 2026 ini, Fifi mengajak seluruh insan pers untuk terus membangun komunikasi yang terbuka, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.

“Mari kita segarkan kembali komitmen kita. Mari kita bangun komunikasi yang lebih transparan dan digitalisasi yang inklusif,” imbuhnya.

Penguatan literasi digital dan ekosistem informasi sehat dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat demokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik di Indonesia.

Sejumlah Tokoh Media Nasional Hadir

Kegiatan peringatan World Press Freedom Day 2026  turut dihadiri sejumlah tokoh penting di dunia pers dan media nasional. Di antaranya Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, Wakil Ketua Dewan Pers Toto Suryanto, Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia Wahyu Dhyatmika, serta Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia Firdaus.

Turut hadir pula Direktur Utama ANTARA Benny Sinombor Butarbutar bersama sejumlah pejabat Kemkomdigi lainnya.

Kehadiran berbagai elemen media dan pemerintah di World Press Freedom Day 2026 di menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi membangun ekosistem informasi yang sehat, inklusif, dan berdaya saing di tengah era digital yang terus berkembang pesat.

Tantangan Pers di Era Transformasi Digital

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam pola konsumsi informasi masyarakat. Informasi kini dapat tersebar sangat cepat melalui media sosial dan berbagai platform digital lainnya.

Namun, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko penyebaran hoaks, manipulasi informasi, hingga disinformasi yang dapat memengaruhi stabilitas sosial dan kualitas demokrasi.

Karena itu, keberadaan pers profesional menjadi semakin penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah berharap insan pers Indonesia terus menjaga independensi, profesionalisme, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya sebagai pilar demokrasi.

Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram