ACEHPEDIA.COM | Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menyebut Hari Raya Idul Adha menjadi momentum penting untuk meneladani ketulusan, keikhlasan, dan ketaatan Nabi Ibrahim serta Nabi Ismail dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan Mualem saat menggelar acara Halal bi Halal dan Silaturahmi Idul Adha 1447 Hijriah bersama sang istri, Marlina Muzakir, di Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (./5/2026).
Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Gubernur Aceh mengajak seluruh aparatur pemerintahan menjadikan nilai-nilai Idul Adha sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Mualem menegaskan bahwa kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengandung pelajaran besar tentang pengorbanan, tanggung jawab, serta kepatuhan kepada Allah SWT.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
“Idul Adha merupakan sebuah momentum yang sangat tepat bagi kita semua, khususnya para aparatur pemerintahan dalam mengambil pembelajaran akan ketulusan, keikhlasan dan ketaatan Nabi Ibrahim dan sang anak Nabi Ismail dalam menjalankan perintah Allah,” ujar Mualem.
Ia menekankan bahwa setiap tugas pemerintahan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta niat ibadah demi kesejahteraan masyarakat.
“Semua tugas-tugas tersebut tentu harus kita laksanakan dengan rasa tanggung jawab, tulus, ikhlas dan penuh ketaatan, karena semua yang kita lakukan juga merupakan bentuk ibadah kita kepada Allah,” sambungnya.
Idul Adha Jadi Momentum Pengorbanan Demi Rakyat
Mualem juga menyoroti pentingnya semangat pengorbanan dalam dunia pemerintahan, terutama dalam upaya menyukseskan berbagai program pembangunan di Aceh.
Menurutnya, seorang aparatur pemerintahan harus siap mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan masyarakat yang lebih besar.
“Dalam konteks dunia pemerintahan, keteladanan itu tentu bisa kita aplikasikan saat menjalankan tugas kedinasan. Banyak kepentingan pribadi yang harus kita korbankan untuk menyukseskan berbagai program pembangunan, yang semuanya kita lakukan demi kesejahteraan rakyat,” katanya.
Ia berharap semangat pengorbanan yang terkandung dalam Idul Adha dapat menjadi energi positif bagi seluruh elemen pemerintahan dalam membangun Aceh yang lebih maju dan sejahtera.
Acara Halal bi Halal dan Silaturahmi Idul Adha tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Sejumlah pejabat Pemerintah Aceh, kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), hingga unsur Forkopimda turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Turut hadir pula Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah bersama sejumlah tamu undangan lainnya.
Momentum silaturahmi itu dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarlembaga sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Aceh.
Gubernur Aceh Ucapkan Selamat Idul Adha
Di akhir sambutannya, Mualem bersama istrinya menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh masyarakat Aceh dan masyarakat Indonesia.
“Saya bersama istri, atas nama pribadi, keluarga dan selaku Kepala Pemerintahan Aceh, mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha untuk seluruh masyarakat Aceh dan saudara se-Nusantara,” ucapnya.
Mualem berharap Idul Adha tahun ini dapat menjadi momentum memperkuat semangat kebersamaan dan pengorbanan demi kemajuan Aceh.
“Insya Allah, Idul Adha tahun ini menjadi momentum bagi kita bersama dalam menumbuhkan semangat pengorbanan demi pemulihan dan pembangunan Aceh yang lebih baik di masa mendatang,” pungkasnya.





