Berita Aceh

Balmon Banda Aceh Latih Nelayan Aceh Timur Gunakan Radio Maritim, Cegah Gangguan Frekuensi Penerbangan

2
×

Balmon Banda Aceh Latih Nelayan Aceh Timur Gunakan Radio Maritim, Cegah Gangguan Frekuensi Penerbangan

Sebarkan artikel ini
Balmon Banda Aceh
Kegiatan Bimbingan Teknis Sertifikasi Operator Radio Non Solas Long Range Certificate (LRC) dan Izin Komunikasi Radio Perikanan (IKRAN) Bagi Masyarakat Nelayan PPN Idi - Kabupaten Aceh Timur. (foto: dok Kemkomdigi)

“Balmon Banda Aceh melatih 35 nelayan di PPN Idi, Aceh Timur, menggunakan radio maritim secara benar guna mencegah gangguan frekuensi penerbangan dan meningkatkan keselamatan pelayaran.”

ACEHPEDIA.COM | Aceh Timur — Keberadaan alat komunikasi radio di atas kapal nelayan tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi biasa, tetapi juga menjadi perangkat keselamatan yang sangat vital saat menghadapi kondisi darurat di tengah laut.

Namun, penggunaan frekuensi radio yang tidak sesuai aturan pernah menimbulkan persoalan serius. Di masa lalu, penggunaan frekuensi radio secara ilegal oleh sejumlah nelayan sempat mengganggu jalur komunikasi penerbangan nasional yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan dan pelayaran.

Untuk mengantisipasi terulangnya kejadian tersebut, Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banda Aceh yang berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar pembekalan penggunaan radio maritim bagi nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari pemilik kapal, nakhoda, hingga Anak Buah Kapal (ABK).

Balmon Banda Aceh Tekankan Pentingnya Penggunaan Frekuensi yang Benar

Kepala Balmon Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banda Aceh, Luthfi, menegaskan bahwa pemahaman mengenai penggunaan frekuensi radio yang benar menjadi hal penting untuk menjaga keselamatan bersama.

Menurutnya, penggunaan perangkat komunikasi radio yang sesuai ketentuan tidak hanya mendukung keselamatan pelayaran, tetapi juga mencegah gangguan terhadap layanan komunikasi lain yang memiliki fungsi vital.

“Penggunaan perangkat komunikasi radio yang benar dan sesuai ketentuan sangat penting untuk mendukung keselamatan pelayaran serta mencegah terjadinya gangguan terhadap layanan komunikasi radio lainnya, khususnya komunikasi penerbangan dan frekuensi radio marabahaya,” ujar Luthfi.

Ia menambahkan bahwa kesadaran pengguna radio maritim terhadap aturan frekuensi menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban spektrum frekuensi nasional.

Nelayan Diberi Simulasi Penanganan Kondisi Darurat

Tidak hanya mendapatkan materi teori, para peserta juga mengikuti praktik langsung penggunaan perangkat radio maritim yang dipandu oleh Pejabat Fungsional Pengendali Frekuensi Radio Balmon Banda Aceh.

Dalam pelatihan tersebut, para nelayan diberikan pemahaman mengenai prosedur komunikasi saat menghadapi kondisi darurat di laut.

Mereka dilatih menggunakan perangkat radio maritim, memahami tata cara penyampaian sinyal keselamatan, hingga membedakan penggunaan radio untuk komunikasi darurat dan komunikasi sehari-hari antarnelayan.

Pembekalan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan nelayan dalam menggunakan perangkat komunikasi secara tepat dan profesional ketika menghadapi situasi kritis saat melaut.

Radio Maritim Jadi Perangkat Keselamatan Wajib di Kapal

Narasumber dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa setiap kapal nelayan wajib memiliki perangkat komunikasi radio yang berfungsi dengan baik.

Keberadaan radio maritim sangat penting sebagai alat komunikasi utama ketika kapal mengalami gangguan mesin, cuaca buruk, kecelakaan laut, maupun kondisi darurat lainnya yang membutuhkan bantuan segera.

Dengan kemampuan komunikasi yang baik, nelayan dapat lebih cepat meminta pertolongan dan berkoordinasi dengan pihak terkait saat menghadapi situasi berbahaya.

Karena itu, perawatan perangkat radio serta pemahaman prosedur penggunaannya menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan pelayaran.

Program MOTS Permudah Nelayan Urus Izin Radio

Selain meningkatkan kompetensi nelayan, Balmon Banda Aceh juga terus mendorong kepatuhan terhadap legalitas penggunaan perangkat radio melalui program Maritime On The Spot (MOTS).

Program layanan jemput bola yang telah berjalan sejak 2022 tersebut memudahkan nelayan mengurus izin penggunaan perangkat radio tanpa harus menghadapi proses birokrasi yang rumit.

Melalui program ini, kesadaran hukum nelayan di Aceh Timur terhadap penggunaan frekuensi radio yang legal terus meningkat.

Data Balmon menunjukkan sebanyak 314 Izin Stasiun Radio (ISR) Kapal telah diterbitkan untuk nelayan di wilayah tersebut.

Keberadaan ISR menjadi syarat penting agar kapal dapat menggunakan perangkat radio secara legal dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Nelayan Aceh Timur Didorong Jadi Pengguna Radio Profesional

Melalui pelatihan dan sertifikasi seperti Non-Solas Long Range Certificate (LRC) serta Izin Komunikasi Radio Perikanan (IKRAN), para pelaut di Aceh Timur diharapkan semakin profesional dalam mengoperasikan radio maritim.

Kemampuan tersebut tidak hanya penting untuk keselamatan pribadi, tetapi juga mendukung ketertiban penggunaan spektrum frekuensi radio nasional.

Dengan meningkatnya pemahaman nelayan terhadap regulasi dan prosedur komunikasi maritim, risiko gangguan terhadap frekuensi penerbangan maupun komunikasi darurat dapat diminimalkan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keselamatan pelayaran, ketertiban ruang udara, serta perlindungan terhadap nelayan yang setiap hari menggantungkan hidupnya di laut.


Kunjungi Juga Media Sosial Acehpedia : Facebook | Instagram