Ruang BudayaBerita FotoBreaking News

Festival Gema Tanah Rencong Jadi Ajang Pelestarian Musik Etnik Aceh

21
×

Festival Gema Tanah Rencong Jadi Ajang Pelestarian Musik Etnik Aceh

Sebarkan artikel ini
Festival musik etnik “Gema Tanah Rencong:
Festival musik etnik “Gema Tanah Rencong: Harmoni Etnik Aceh (Tribute to Nyawoung)” resmi dibuka di Taman Seni dan Budaya Aceh, FOTO ACEHPEDIA/MAMAD
MDF_6051
MDF_6129
MDF_6127
MDF_6062

ACEHPEDIA.COM | Banda Aceh – Festival musik etnik “Gema Tanah Rencong: Harmoni Etnik Aceh (Tribute to Nyawoung)” resmi dibuka di Taman Seni dan Budaya Aceh, Minggu (24/5/2026).

Festival tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas generasi untuk menjaga eksistensi musik tradisional Aceh di tengah perkembangan musik modern yang semakin pesat.

Ajang seni budaya yang digelar oleh Komunitas Endatu Kreatif itu menghadirkan 13 grup musik etnik yang membawakan karya khas Aceh, termasuk lagu-lagu legendaris milik grup musik Nyawoung.

Setiap grup peserta diwajibkan membawakan satu lagu Nyawoung dengan aransemen kreatif berbasis alat musik tradisional Aceh.

Festival musik etnik “Gema Tanah Rencong:
FOTO ACEHPEDIA/MAMAD

Festival Musik Etnik Aceh Angkat Karya Nyawoung

Ketua Komunitas Endatu Kreatif, Rizqi Mubarak mengatakan tema “Tribute to Nyawoung” dipilih karena grup musik tersebut memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan musik etnik Aceh hingga saat ini.

Menurutnya, karya-karya Nyawoung telah menjadi inspirasi bagi banyak musisi muda Aceh dalam menciptakan musik tradisional yang tetap relevan di era modern.

“Nyawoung punya pengaruh besar terhadap lahirnya banyak musisi etnik Aceh hari ini,” kata Rizqi dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan komunitas yang terlibat dalam festival Gema Tanah Rencong memiliki semangat yang sama dalam menjaga dan mengembangkan musik tradisional Aceh melalui pendekatan kreatif.

“Kami di komunitas ini memiliki rasa yang sama, sama-sama berkiblat kepada Nyawoung dengan karya-karya terbaik mereka yang menginspirasi banyak musisi Aceh saat ini,” ujarnya.

Festival musik etnik “Gema Tanah Rencong:
FOTO ACEHPEDIA/MAMAD

Ruang Kolaborasi Musik Tradisi dan Modern

Selain pertunjukan musik, festival tersebut juga menghadirkan Seminar Musik Etnik Kolaborasi yang membahas upaya pelestarian musik tradisi serta peluang kolaborasi lintas seni.

Seminar tersebut menjadi wadah diskusi bagi seniman, musisi, komunitas budaya, hingga generasi muda untuk mencari cara menjaga keberlangsungan musik etnik Aceh di tengah perubahan zaman.

Kolaborasi antara unsur tradisional dan modern dinilai menjadi salah satu langkah penting agar musik Aceh tetap diminati generasi muda tanpa kehilangan identitas budayanya.

Festival ini juga menunjukkan bahwa musik tradisional Aceh masih memiliki ruang besar untuk berkembang melalui inovasi dan kreativitas para pelaku seni.

Festival musik etnik “Gema Tanah Rencong:
FOTO ACEHPEDIA/MAMAD

Tribute to Nyawoung Jadi Puncak Acara

Puncak acara festival Gema Tanah Rencong dijadwalkan berlangsung pada malam hari melalui pertunjukan spesial “Tribute to Nyawoung” yang menghadirkan sembilan musisi lintas generasi Aceh.

Dalam pertunjukan tersebut, para musisi akan membawakan lagu-lagu legendaris Nyawoung yang dirilis pada tahun 2000 dan dianggap sebagai tonggak penting perjalanan musik etnik Aceh.

Penampilan tribute itu diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat pelestarian musik tradisional sekaligus mengenalkan karya-karya Nyawoung kepada generasi muda Aceh.

Festival musik etnik “Gema Tanah Rencong:
FOTO ACEHPEDIA/MAMAD

Balai Pelestarian Kebudayaan Dukung Festival Musik Tradisi

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Aceh, Piet Rusdi menilai festival musik etnik tersebut sangat penting dalam memperkuat identitas budaya Aceh.

Menurutnya, kolaborasi antara seniman tradisional dan modern menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan seni budaya daerah.

“Musik tradisi harus terus hidup dan berkembang tanpa kehilangan identitas,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan agar musik etnik Aceh tetap dikenal luas dan mampu menjadi bagian penting dalam perkembangan industri kreatif daerah.

Festival “Gema Tanah Rencong” menjadi bukti bahwa musik tradisional Aceh masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Melalui kolaborasi lintas generasi, para pelaku seni berharap musik etnik Aceh dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi identitas budaya yang membanggakan di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Aceh melalui musik tradisional yang dikemas lebih kreatif dan modern.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami : Facebook | Instagram