Breaking NewsBerita Aceh

Geger! Janin Bayi Ditemukan di Bantaran Krueng Doy Banda Aceh, Polisi Lakukan Olah TKP

37
×

Geger! Janin Bayi Ditemukan di Bantaran Krueng Doy Banda Aceh, Polisi Lakukan Olah TKP

Sebarkan artikel ini
Tim Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh juga diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara
Tim Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan

BANDA ACEH – Warga Gampong Punge Jurong, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh digegerkan dengan penemuan sesosok janin bayi yang terbungkus kain putih di bantaran Krueng Doy, Kamis (30/4/2026) pagi.

Penemuan tersebut bermula saat petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan (DLHK3) Kota Banda Aceh tengah melakukan aktivitas rutin pembersihan di aliran sungai sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat itu, petugas menemukan sebuah bungkusan mencurigakan yang tersangkut di pinggir bantaran sungai. Bungkusan tersebut terbalut kain berwarna putih dan langsung menarik perhatian petugas.

Terungkap Setelah Dibuka, Ternyata Janin Bayi

Kapolresta Banda Aceh melalui Kapolsek Meuraxa, Catur Yudha Trisna, membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, petugas kebersihan menemukan sebuah bungkusan di bantaran Krueng Doy saat melakukan pembersihan rutin. Awalnya tidak diketahui isi bungkusan tersebut,” ujarnya.

Bungkusan tersebut kemudian diangkat menggunakan alat penggaruk rumput dan dimasukkan ke dalam keranjang sampah, sebelum dibawa ke mobil operasional DLHK3.

Namun, saat berada di sekitar kawasan Warkop Jomblo yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi penemuan, petugas mulai curiga setelah melihat adanya bercak darah pada kain pembungkus.

Karena rasa penasaran, petugas kemudian membuka bungkusan tersebut. Saat itulah terungkap bahwa di dalamnya terdapat plastik putih yang berisi sesuatu yang menyerupai janin manusia.

Diperkirakan Berusia Sekitar Enam Bulan

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, diketahui bahwa isi bungkusan tersebut adalah janin bayi yang diperkirakan telah meninggal dunia dengan usia kandungan sekitar enam bulan.

Temuan tersebut langsung membuat petugas kebersihan terkejut dan segera melaporkannya kepada perangkat Gampong Punge Jurong.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Amankan Lokasi

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel dari Polresta Banda Aceh bersama Polsek Meuraxa langsung turun ke lokasi kejadian.

Petugas melakukan pengamanan area serta memasang garis pembatas guna mendukung proses penyelidikan.

Tim Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh juga diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan.

“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan pengamanan lokasi dan olah TKP oleh tim Inafis,” jelas AKP Catur Yudha.

Janin Dievakuasi ke RSUZA

Selanjutnya, barang bukti berupa janin tersebut dievakuasi dan dibawa ke RSU Zainoel Abidin untuk penanganan lebih lanjut oleh tim medis.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi janin serta mendukung proses penyelidikan secara medis.

Polisi Telusuri Pelaku

Pihak kepolisian menegaskan bahwa saat ini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap asal-usul janin serta pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Polresta Banda Aceh bersama Polsek Meuraxa juga berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk mengumpulkan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.

“Kami akan terus menelusuri kasus ini hingga pelaku dapat terungkap,” tegas Kapolsek.

Warga Diminta Lebih Peduli Lingkungan

Peristiwa ini tidak hanya mengejutkan warga sekitar, tetapi juga menjadi perhatian serius bagi aparat dan pemerintah setempat.

Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan jika menemukan hal-hal mencurigakan.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan sosial dan kepedulian bersama dalam menjaga keamanan serta nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Situasi di lokasi kejadian saat ini telah kembali kondusif, namun aparat kepolisian masih melakukan pemantauan di sekitar area guna memastikan keamanan tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *