Pendidikan

ISL 2026 di Sabang Perkuat Kolaborasi Mahasiswa Indonesia-Malaysia Lewat Pengabdian Masyarakat

25
×

ISL 2026 di Sabang Perkuat Kolaborasi Mahasiswa Indonesia-Malaysia Lewat Pengabdian Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Foto bersama peserta ISL 2026 di Sabang
Foto bersama peserta ISL 2026 yang digelar di kawasan wisata Iboih, Kota Sabang, Aceh. FOTO ACEHPEDIA/YOKA

“International Service Learning (ISL) 2026 di Sabang memperkuat kolaborasi mahasiswa Indonesia-Malaysia melalui program pengabdian masyarakat, teknologi, kesehatan, dan lingkungan”.

ACEHPEDIA.COM | Sabang – Semangat kolaborasi lintas negara kembali terjalin melalui kegiatan International Service Learning (ISL) 2026 yang digelar di kawasan wisata Iboih, Kota Sabang, Aceh. Program pengabdian masyarakat internasional hasil kerja sama Universiti Teknologi Malaysia dan Universitas Teuku Umar tersebut berlangsung pada 11 hingga 17 Mei 2026 dengan melibatkan puluhan mahasiswa dan dosen dari Indonesia serta Malaysia.

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, kegiatan ISL 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan akademik, sosial, dan budaya antarperguruan tinggi dua negara serumpun. Tidak hanya menghadirkan program pengabdian masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran pengalaman, budaya, hingga penguatan jejaring internasional di kalangan mahasiswa.

ISL 2026 Libatkan 89 Mahasiswa dan 13 Dosen

Ketua Panitia Pelaksana ISL 2026, Dr. Lukman, mengatakan antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Sebanyak 89 mahasiswa dan 13 dosen terlibat langsung dalam berbagai program pengabdian masyarakat yang dipusatkan di kawasan Iboih, salah satu destinasi wisata unggulan di Pulau Weh, Sabang.

Peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia dan Malaysia. Dari Indonesia, kampus yang terlibat antara lain Universitas Syiah Kuala, Universitas Malikussaleh, Universitas Tadulako, serta Universitas Gajah Putih.

Sementara dari Malaysia, kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari Universiti Pendidikan Sultan Idris dan Universiti Teknologi Malaysia.

Kolaborasi lintas kampus tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat persaudaraan regional sekaligus menciptakan solusi inovatif yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Usung Tema “Memperkasa Komuniti dan Mengubah Kehidupan”

Dekan Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar, Dr. Irwansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan internasional tersebut.

Menurutnya, ISL 2026 mengusung tema besar “Memperkasa Komuniti dan Mengubah Kehidupan” yang menitikberatkan pada penguatan masyarakat melalui pendekatan edukatif, sosial, dan teknologi.

“Tahun 2026 ini kami mengusung tema ‘Memperkasa Komuniti dan Mengubah Kehidupan’. Selain misi pengabdian, ISL memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa Aceh dan Malaysia untuk berbaur dengan masyarakat lokal dan mengenal kekayaan budaya serta kuliner khas Sabang,” ujar Dr. Irwansyah.

Ia menilai program seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial, kemampuan kolaborasi internasional, serta pengalaman nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Kegiatan ISL 2026 mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Sabang. Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Zunizar, mengatakan kawasan Iboih sangat terbuka untuk berbagai kegiatan berskala internasional yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, berbagai program yang dibawa mahasiswa dan akademisi dalam ISL 2026 sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Program strategis yang dibawa oleh adik-adik mahasiswa sangat relevan dan bermanfaat nyata bagi warga Iboih,” katanya.

Adapun sejumlah program unggulan yang dijalankan dalam ISL 2026 meliputi pemasangan pompa air tenaga surya untuk masjid sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan, pengelolaan sampah berbasis eco-enzyme, serta penguatan bank sampah masyarakat.

Selain itu, peserta juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendokumentasikan sejarah lokal dan memberikan pelatihan komputer kepada siswa sekolah dasar di kawasan Iboih.

Di bidang kesehatan, mahasiswa turut menggagas pembentukan kelompok kesehatan gizi masyarakat guna meningkatkan kesadaran warga terhadap pola hidup sehat dan pemenuhan gizi keluarga.

Wisata Bahari Sabang Jadi Daya Tarik Peserta

Selain menjalankan program pengabdian, para peserta ISL 2026 juga diajak menikmati pesona wisata bahari Sabang yang terkenal hingga mancanegara.

Kawasan Iboih yang berada di Pulau Weh dikenal memiliki panorama laut yang indah, terumbu karang alami, serta destinasi wisata bawah laut yang menjadi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.

Keindahan alam tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa Indonesia dan Malaysia yang mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman sosial dan akademik, tetapi juga mengenal kekayaan budaya dan pariwisata Aceh secara langsung.

Pelaksanaan ISL 2026 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi pendidikan tinggi lintas negara mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antarbangsa.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terjun langsung memahami persoalan masyarakat serta mencari solusi melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kegiatan pengabdian internasional seperti ISL dinilai penting untuk terus dikembangkan karena mampu memperkuat jejaring akademik global, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta membangun generasi muda yang memiliki kepedulian sosial tinggi.

Dengan sinergi antara perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia, ISL 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak program kolaborasi internasional yang bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah Aceh dan kawasan Asia Tenggara.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami : Facebook | Instagram