PendidikanBerita FotoBreaking News

135 Pengajar “Beut Kitab Bak Sikula” Ikuti Bimtek Angkatan Terakhir di Aceh Besar

24
×

135 Pengajar “Beut Kitab Bak Sikula” Ikuti Bimtek Angkatan Terakhir di Aceh Besar

Sebarkan artikel ini
membuka Bimbingan Teknis "Beut Kitab Bak Sikula"
Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyampaikan sambutan dan sekaligus membuka Bimbingan Teknis "Beut Kitab Bak Sikula" di Aula Disnakertrans Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (13/5/2026). FOTO ACEHPEDIA/MAMAD
Peserta Bimtek Beut Kitab Bak Sikula
Penyematan tanda peserta bimtek Beut Kitab Bak Sikula
Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyampaikan sambutan

ACEHPEDIA.COM |Kota Jantho – Sebanyak 135 pengajar Program “Beut Kitab Bak Sikula” mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) angkatan IV yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi angkatan terakhir dari rangkaian bimtek yang telah berlangsung sejak 30 April hingga 13 Mei 2026. Program ini merupakan bagian dari visi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memperkuat pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda melalui pembelajaran kitab di sekolah.

Bimtek tersebut secara resmi dibuka langsung oleh Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram. Turut hadir dalam kegiatan itu Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Rahmawati SPd MSi, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Besar Abu Bakar SAg, serta Imam Masjid Agung Al Munawwarah Kota Jantho Baba Junaidi.

Program “Beut Kitab Bak Sikula” menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar di bidang pendidikan berbasis keislaman.

Program Beut Kitab Bak Sikula mengikuti Bimtek angkatan IV
Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyampaikan sambutan dan sekaligus membuka Bimbingan Teknis “Beut Kitab Bak Sikula” di Aula Disnakertrans Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (13/5/2026). FOTO ACEHPEDIA/MAMAD

Bupati Aceh Besar Muharram Idris mengatakan, secara keseluruhan sebanyak 457 guru pengajar telah mengikuti Bimtek Program Beut Kitab Bak Sikula selama empat angkatan pelaksanaan.

Ratusan guru tersebut nantinya akan mengajar sekitar 29 ribu siswa mulai dari kelas 4, 5, dan 6 tingkat SD hingga kelas 1, 2, dan 3 tingkat SMP di berbagai sekolah dalam wilayah Aceh Besar.

“Alhamdulillah, setelah Bimtek Angkatan IV ini, kita berharap seluruh guru pengajar Program Beut Kitab Bak Sikula memiliki pemahaman yang sama terhadap tujuan dan output dari visi dan misi Pemkab Aceh Besar,” ujar Muharram Idris.

Hadirkan Ulama Dayah dan MPU Sebagai Pemateri

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar ingin memastikan para siswa memiliki pemahaman dasar terkait ilmu agama Islam, khususnya tentang fardhu ain.

Materi yang nantinya diajarkan kepada siswa meliputi tata cara bersuci, fiqih dasar, hingga amaliyah fardhu ain lainnya yang menjadi pondasi penting dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Syech Muharram, program Beut Kitab Bak Sikula diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki dasar pemahaman agama yang kuat.

“Semoga anak-anak kita memahami dasar-dasar fardhu ain, sehingga nantinya setelah lulus SMP mereka dapat menentukan sendiri arah pendidikan selanjutnya. Dan inilah tugas para guru pengajar nanti,” katanya.

Ia menegaskan, pendidikan agama menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda Aceh Besar di tengah tantangan perkembangan zaman dan arus modernisasi.

Program Beut Kitab Bak Sikula mengikuti Bimtek angkatan IV
Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyematkan tanda peserta Bimbingan Teknis “Beut Kitab Bak Sikula” di Aula Disnakertrans Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (13/5/2026). FOTO ACEHPEDIA/MAMAD

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati SPd MSi, menjelaskan bahwa kegiatan bimtek berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan para ulama dayah dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) sebagai pemateri utama.

Menurutnya, para peserta akan mendapatkan pembekalan terkait substansi pengajaran kitab, metode pembelajaran, hingga integrasi kurikulum pendidikan agama di sekolah.

“Hari pertama para peserta menerima materi dari ulama dayah terkait substansi pengajaran kitab, sementara pada sesi lainnya diberikan materi dari dinas untuk mendukung metode dan pendekatan pembelajaran di sekolah,” ujar Rahmawati.

Ia berharap seluruh peserta mampu memahami materi dengan baik sehingga proses implementasi program di sekolah nantinya berjalan efektif dan sesuai tujuan pemerintah daerah.

Program Beut Kitab Bak Sikula Jadi Visi Pendidikan Aceh Besar

Program Beut Kitab Bak Sikula mengikuti Bimtek angkatan IV
Sebanyak 135 pengajar Program Beut Kitab Bak Sikula mengikuti Bimtek angkatan IV di Aceh Besar. Total 457 guru akan mengajar 29 ribu siswa SD dan SMP. FOTO ACEHPEDIA/MAMAD

Program Beut Kitab Bak Sikula menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memperkuat pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman di lingkungan sekolah umum.

Melalui program tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga pembelajaran agama yang lebih mendalam sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah daerah juga berharap program ini mampu memperkuat identitas Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam serta menjaga tradisi pendidikan dayah yang selama ini menjadi bagian penting budaya masyarakat Aceh.

Selain itu, keberadaan para guru pengajar yang telah mengikuti bimtek diharapkan mampu menjadi motor penggerak pendidikan agama di sekolah sekaligus membentuk lingkungan belajar yang lebih religius dan berkarakter.

Pelaksanaan Bimtek Beut Kitab Bak Sikula juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai sektor, baik pendidikan umum maupun pendidikan berbasis agama.

Dengan melibatkan ratusan guru dan puluhan ribu siswa, program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam membentuk generasi muda Aceh Besar yang berakhlak mulia, memahami dasar agama, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga terus berupaya menghadirkan berbagai program pendidikan yang mendukung penguatan karakter, moral, serta kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram