Berita Aceh

Bupati Aceh Barat Teken MoU dengan Kemenhub, Putra Daerah Kini Punya Kuota Khusus Masuk STTD

10
×

Bupati Aceh Barat Teken MoU dengan Kemenhub, Putra Daerah Kini Punya Kuota Khusus Masuk STTD

Sebarkan artikel ini
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM bersama jajaran pemerintah daerah di Kementerian Perhubungan, Kamis (21/5/2026).

Bupati Aceh Barat teken MoU dengan Kemenhub, putra daerah kini mendapat kuota khusus masuk STTD dan peluang pendidikan kedinasan transportasi.

ACEHPEDIA.COM | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat resmi menjalin kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan guna membuka peluang pendidikan kedinasan bagi generasi muda daerah di sektor transportasi.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM bersama jajaran pemerintah daerah di Kementerian Perhubungan, Kamis (21/5/2026).

Dalam agenda tersebut, Bupati Tarmizi didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah DR. Kurdi, Asisten Administrasi Umum Safrizal, SP, MSc, Kepala Dinas Perhubungan Erdian Mourny, serta Kepala BPKD Edy Juanda.

MoU tersebut menjadi kabar baik bagi putra-putri Aceh Barat yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan transportasi, khususnya Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).

Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan kerja sama dengan BPSDM Kementerian Perhubungan membuka peluang lebih besar bagi generasi muda Aceh Barat untuk menempuh pendidikan di bidang transportasi.

Melalui kerja sama itu, Aceh Barat kini mendapatkan kuota khusus sebanyak lima orang setiap tahun untuk melanjutkan pendidikan Diploma III (D-III) maupun Diploma IV (D-IV) di sektor transportasi.

“Dulu seluruh putra-putri Aceh Barat harus bersaing sangat ketat untuk bisa lulus. Namun Alhamdulillah, sekarang Aceh Barat sudah diberikan kuota khusus sebanyak lima orang setiap tahunnya,” ujar Tarmizi.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda.

Program pendidikan kedinasan transportasi dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan karena lulusannya memiliki peluang besar untuk menjadi aparatur sipil negara.

Pemkab Aceh Barat Buka Jalur Mandiri Tanpa Batas Kuota

Selain kuota khusus, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga membuka peluang lebih luas melalui jalur mandiri bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang transportasi.

Melalui jalur tersebut, calon mahasiswa dapat mengikuti pendidikan dengan pembiayaan pribadi tanpa adanya pembatasan kuota.

Tarmizi menilai langkah tersebut menjadi kesempatan besar bagi generasi muda Aceh Barat untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan masa depan yang lebih terjamin.

Ia menyebut sektor transportasi masih memiliki kebutuhan tenaga kerja yang cukup tinggi sehingga lulusan sekolah kedinasan memiliki peluang kerja yang sangat baik.

“Program pendidikan tersebut memiliki prospek menjanjikan karena para lulusan berpeluang langsung memperoleh tiket menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS),” katanya.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi mengungkapkan bahwa saat ini Aceh Barat telah memiliki tujuh orang alumni dari sekolah kedinasan transportasi.

Bahkan, dua orang di antaranya baru saja menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai PNS penuh.

“Alhamdulillah, Aceh Barat saat ini sudah memiliki tujuh orang alumni, bahkan kemarin dua orang telah kami serahkan SK 100 persen PNS,” ungkapnya.

Keberhasilan alumni tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus membuka akses pendidikan kedinasan bagi generasi muda Aceh Barat.

Menurutnya, keberadaan alumni yang telah berhasil membuktikan bahwa pendidikan kedinasan mampu menjadi jalan strategis meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Barat juga menyoroti kondisi fiskal daerah yang masih terbatas serta minimnya lapangan pekerjaan bagi generasi muda.

Ia menilai pemerintah daerah harus mampu menghadirkan solusi konkret guna membuka peluang masa depan anak-anak daerah di tengah tantangan ekonomi yang ada.

“Kondisi daerah dengan fiskal lemah, PAD kurang, dan lapangan kerja yang terbatas harus dijawab dengan langkah nyata,” tegasnya.

Menurut Tarmizi, salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah memperluas akses pendidikan berkualitas yang memiliki peluang kerja jelas setelah lulus.

Karena itu, kerja sama dengan Kementerian Perhubungan dinilai sangat penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul di sektor transportasi.

“Maka pemerintah harus menghadirkan solusi-solusi konkret untuk membuka peluang masa depan anak-anak daerah,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap kerja sama dengan BPSDM Kementerian Perhubungan dapat menjadi langkah strategis dalam mencetak SDM unggul di bidang transportasi.

Selain meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda, program tersebut juga diharapkan mampu membantu mengurangi angka pengangguran di daerah.

Dengan adanya kuota khusus dan jalur mandiri, semakin banyak putra-putri Aceh Barat yang memiliki kesempatan mengembangkan karier di sektor transportasi nasional.

Pemerintah daerah optimistis kerja sama tersebut akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia dan masa depan generasi muda Aceh Barat.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami : Facebook | Instagram