ACEHPEDIA.COM | Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 66 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, Selasa (12/5/2026) malam. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah penguatan birokrasi dan percepatan pelayanan publik di Kota Banda Aceh.
Prosesi pelantikan Pejabat Pemko Banda Aceh berlangsung khidmat dan turut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga jajaran pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh lainnya.
Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Wali Kota Banda Aceh Nomor 800.1.3.3/635/2025 tanggal 11 Mei 2026 tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas dan Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan bahwa pelantikan pejabat bukan sekadar agenda administratif ataupun pengisian jabatan semata. Menurutnya, mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian penting dalam penguatan organisasi pemerintahan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih cepat dan efektif.
Ia menekankan bahwa jabatan bukan hadiah maupun ruang mencari kenyamanan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas, loyalitas, disiplin, dan tanggung jawab.
“Jabatan bukanlah hadiah dan bukan pula ruang untuk mencari kenyamanan. Jabatan adalah amanah yang harus dijawab dengan integritas, loyalitas, disiplin, dan kerja nyata,” ujar Illiza.
Menurut Illiza, tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik. Karena itu, ia meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk mampu bekerja cepat, responsif, dan berorientasi pada solusi.
Pelayanan Publik Harus Cepat dan Responsif
Wali Kota Banda Aceh tersebut menegaskan bahwa masyarakat kini membutuhkan birokrasi yang mampu hadir secara nyata di tengah persoalan yang mereka hadapi. Oleh sebab itu, pola kerja birokrasi yang lamban, pasif, dan saling menunggu tidak lagi relevan diterapkan.
Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi dan kolaborasi lintas perangkat daerah guna mempercepat penyelesaian berbagai persoalan kota, mulai dari pelayanan administrasi, kebersihan, pendidikan, kesehatan, hingga penataan kawasan perkotaan.
“Kinerja birokrasi hari ini tidak lagi diukur dari banyaknya rapat ataupun panjangnya laporan yang dibuat. Kinerja birokrasi diukur dari dampak yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemko Banda Aceh harus mulai mengedepankan hasil kerja nyata yang langsung dirasakan warga.
Selain meminta pejabat memperkuat koordinasi, Illiza juga menekankan pentingnya kehadiran aparatur pemerintah di lapangan. Menurutnya, pejabat tidak cukup hanya bekerja di balik meja, tetapi juga harus memahami langsung persoalan masyarakat.
Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik agar segera beradaptasi dengan tugas baru, menjaga etika birokrasi, memperkuat komunikasi, dan membangun budaya kerja produktif.
“Turunlah ke lapangan. Dengarkan masyarakat. Pahami persoalan secara langsung. Karena masyarakat membutuhkan pemimpin yang hadir membawa solusi,” ujarnya.
Arahan tersebut sekaligus menjadi penekanan terhadap pentingnya kepemimpinan yang responsif dan dekat dengan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif.
Fokus pada Kemajuan Kota Banda Aceh
Pelantikan 66 pejabat eselon III dan IV ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memperkuat struktur organisasi pemerintahan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pelayanan publik.
Adapun pejabat yang dilantik terdiri dari pejabat administrator dan pejabat pengawas yang ditempatkan di berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Dengan adanya penyegaran organisasi tersebut, diharapkan seluruh perangkat daerah dapat bekerja lebih optimal dalam menjalankan program pembangunan kota serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Illiza juga berharap seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menjaga amanah dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Di akhir sambutannya, Illiza mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia berharap kepercayaan yang diberikan dapat dijawab dengan kinerja nyata demi kemajuan Kota Banda Aceh.
Menurutnya, keberhasilan birokrasi tidak hanya diukur dari capaian administratif, tetapi sejauh mana kebijakan pemerintah mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kepercayaan yang diberikan hari ini jangan dijawab dengan kenyamanan, tetapi dengan kerja nyata dan hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mempercepat pembangunan kota yang lebih maju, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
