ACEHPEDIA.COM |Banda Aceh – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menghadirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Program yang digagas melalui Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh ini akan digelar di dua lokasi berbeda pada pekan depan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang meugang dan Idul Adha. Selain menyediakan paket bahan pokok murah, kegiatan ini juga melibatkan pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan berbagai produk olahan dan kebutuhan rumah tangga.
Gerakan Pangan Murah dipastikan menjadi salah satu program yang paling dinantikan masyarakat Kota Banda Aceh, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Gerakan Pangan Murah Digelar di Dua Lokasi Strategis
Pemerintah Kota Banda Aceh telah menetapkan dua titik pelaksanaan Gerakan Pangan Murah agar masyarakat lebih mudah menjangkau lokasi kegiatan.
Adapun jadwal pelaksanaannya sebagai berikut:
- Rabu, 13 Mei 2026 di Komplek Cinta Kasih Budha Tzu Chi, Panteriek.
- Kamis, 14 Mei 2026 di Halaman Masjid Al-Hidayah, Lampulo.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat bisa mendapatkan paket kebutuhan pokok dengan harga hanya Rp165.000 per paket. Harga tersebut dinilai jauh lebih murah dibandingkan harga pasar saat ini, terutama menjelang momentum Idul Adha.
Program Gerakan Pangan Murah ini diharapkan mampu membantu warga memenuhi kebutuhan dapur tanpa harus terbebani lonjakan harga pangan.
Paket Pangan Murah untuk Persiapan Meugang dan Idul Adha
Momentum meugang dan Idul Adha selalu identik dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga. Kondisi tersebut sering kali berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasaran.
Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemko Banda Aceh berupaya memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga stabil dan lebih hemat.
Selain paket pangan utama, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai stand UMKM lokal yang menawarkan produk makanan olahan, kebutuhan rumah tangga, hingga aneka jajanan khas daerah.
Kehadiran pelaku UMKM diharapkan dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk berbelanja sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Pemko Banda Aceh Fokus Stabilkan Harga Pangan
Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kota Banda Aceh.
Menjelang hari raya besar, permintaan bahan pokok biasanya meningkat tajam. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut dapat memicu kenaikan harga yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Karena itu, Pemko Banda Aceh terus melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi daerah, salah satunya melalui operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah.
Program ini juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah yang membutuhkan akses pangan dengan harga terjangkau.
Warga Banda Aceh Diminta Membawa KTP
Gerakan Pangan Murah diperuntukkan khusus bagi warga Kota Banda Aceh. Untuk memastikan distribusi tepat sasaran, masyarakat diwajibkan membawa KTP domisili Banda Aceh saat datang ke lokasi.
Verifikasi tersebut dilakukan agar program benar-benar dinikmati masyarakat setempat yang membutuhkan bantuan stabilisasi harga pangan menjelang Idul Adha.
Pemerintah juga mengimbau warga datang lebih awal karena jumlah paket yang tersedia terbatas. Antusiasme masyarakat terhadap program serupa sebelumnya diketahui sangat tinggi.
Dukung UMKM dan Ekonomi Lokal
Selain membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan murah, kegiatan ini juga menjadi wadah promosi bagi UMKM lokal di Banda Aceh.
Berbagai produk hasil usaha masyarakat akan dipamerkan dan dijual langsung kepada pengunjung. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat lokal.
Pemko Banda Aceh terus mendorong kolaborasi antara program stabilisasi pangan dan pengembangan UMKM agar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat semakin luas.
Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, masyarakat tidak hanya mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga dapat mendukung produk-produk lokal hasil karya pelaku UMKM Banda Aceh.
Gerakan Pangan Murah Disambut Positif Warga
Program Gerakan Pangan Murah selama ini mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai sangat membantu di tengah naiknya harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.
Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin, terutama pada momentum tertentu seperti Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Selain memberikan manfaat ekonomi langsung, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kepedulian bersama terhadap ketahanan pangan daerah.
Pemerintah Kota Banda Aceh berharap Gerakan Pangan Murah mampu menciptakan suasana Idul Adha yang lebih tenang, khidmat, dan penuh kebersamaan bagi seluruh masyarakat.
