ACEHPEDIA.COM | Pidie Jaya – Program bantuan stimulan perumahan Pidie Jaya terus berjalan sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana. Sebanyak 282 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Pidie Jaya menjadi penerima bantuan rumah rusak sedang Tahap I yang disalurkan secara bertahap.
Penyerahan buku tabungan bantuan tersebut berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (5/5/2026), dan dihadiri langsung oleh Wakil Kepala II Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Dr. Nurdin, S.Sos., M.Si.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan stimulan perumahan Pidie Jaya diberikan sebagai tindak lanjut dari proses panjang verifikasi dan validasi data penerima.
Dr. Nurdin menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra.
“Setelah data dinyatakan valid dan sinkron, bantuan stimulan untuk rumah rusak sedang Tahap I mulai disalurkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan salam dari Menteri Dalam Negeri selaku Kasatgas PRR, Tito Karnavian, kepada masyarakat Pidie Jaya.
Bantuan Stimulan Perumahan Pidie Jaya Mulai Disalurkan
Penyaluran bantuan stimulan perumahan Pidie Jaya dilakukan melalui proses yang ketat dan berjenjang.
Data penerima telah melalui tahapan koordinasi antara pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), serta instansi terkait lainnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Pendekatan berbasis data ini menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pemulihan sekaligus menjaga transparansi program.
Secara keseluruhan, penerima bantuan stimulan perumahan Pidie Jaya tahap pertama berjumlah 282 KK.
Dari jumlah tersebut:
- 269 KK telah menerima buku tabungan bantuan,
- 1 KK tercatat meninggal dunia,
- 12 KK belum dilakukan asesmen oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) karena tidak berada di tempat.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Pidie Jaya bersama Wakil Kepala II Posko Wilayah PRR kepada perwakilan penerima manfaat.
Dalam arahannya, Dr. Nurdin menegaskan bahwa bantuan stimulan perumahan Pidie Jaya harus digunakan secara optimal dan bertanggung jawab.
Ia mengingatkan bahwa dana yang diberikan merupakan uang negara, sehingga penggunaannya harus sesuai dengan peruntukan, yakni untuk memperbaiki rumah yang rusak.
“Dana stimulan ini adalah uang negara, sehingga harus digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Pemkab Diminta Lakukan Pengawasan Ketat
Selain kepada masyarakat, Dr. Nurdin juga memberikan penekanan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk melakukan pengawasan dan pendampingan secara intensif.
Pengawasan ini penting agar pelaksanaan program bantuan stimulan perumahan Pidie Jaya berjalan sesuai aturan dan memberikan hasil yang maksimal.
Pendampingan di lapangan juga diharapkan dapat membantu masyarakat dalam proses rehabilitasi rumah mereka.
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, dalam kesempatan tersebut juga memberikan arahan kepada para penerima bantuan.
Ia mengingatkan agar dana yang diterima digunakan dengan baik, serta memperhatikan kualitas bangunan agar lebih aman dan tahan terhadap potensi bencana di masa depan.
“Gunakan dana ini secara optimal dan perhatikan kualitas bangunan agar lebih tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.
Program bantuan stimulan perumahan Pidie Jaya menjadi bagian penting dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana yang terjadi pada akhir tahun 2025, seperti banjir dan tanah longsor.
Arahan dari Kasatgas PRR juga menegaskan bahwa seluruh proses pemulihan harus berbasis data yang valid dan pengawasan yang kuat.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan bantuan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan mampu mengembalikan kondisi kehidupan secara normal.
Melalui program bantuan stimulan perumahan Pidie Jaya, pemerintah berharap masyarakat dapat segera kembali menempati hunian yang layak dan aman.
Percepatan rehabilitasi rumah menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pascabencana.
Dengan dukungan semua pihak, program ini diharapkan berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya.





