Berita AcehBreaking News

Taufik Ditunjuk sebagai Plt Sekda Aceh, Wagub Dek Fadh Minta Jaga Integritas

3
×

Taufik Ditunjuk sebagai Plt Sekda Aceh, Wagub Dek Fadh Minta Jaga Integritas

Sebarkan artikel ini
Penyerahan SK Plt Sekda Aceh
Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Dr. A. Murtala, M.Si, mewakili Wakil Gubernur Aceh, menyerahkan SK Plt. Sekda Aceh, kepada Taufik, ST, M.Si, yang didampingi Kepala BKA, Abd. Qahar, S.Kom, MM, dan Kepala Biro Adpim Setda Aceh, Akkar Arafat, S.STP, M.Si, di Aula BKA, Banda Aceh, Senin (24/8/2026).

ACEHPEDIA.COM | Banda Aceh – Pemerintah Aceh melakukan pergantian kepemimpinan sementara pada posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh. Taufik yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Aceh.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) Plt Sekda Aceh tersebut berlangsung secara hybrid pada Senin (24/8/2026). Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh menyaksikan prosesi tersebut dari Aula Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta.

Sementara itu, Taufik menerima SK penugasan di Aula Badan Kepegawaian Aceh (BKA), Banda Aceh.

Penunjukan Taufik menjadi bagian dari dinamika penyelenggaraan pemerintahan Aceh setelah sebelumnya posisi Sekda Aceh dijabat oleh M Nasir Syamaun.

Dek Fadh Minta Plt Sekda Bekerja Profesional

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Aceh Fadhlullah memberikan sejumlah pesan kepada Taufik yang mendapat amanah baru sebagai Plt Sekda Aceh.

Ia meminta Taufik menjalankan tugas secara profesional serta menjaga integritas selama mengemban tanggung jawab tersebut.

Selain itu, komunikasi dengan berbagai pihak yang menjadi mitra Pemerintah Aceh juga dinilai penting untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan secara efektif.

“Selamat bekerja, jaga integritas, dan bangun komunikasi yang baik dengan mitra Pemerintah Aceh,” kata Dek Fadh melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi.

Pesan tersebut menegaskan bahwa posisi Sekda memiliki peran penting dalam membantu gubernur menjalankan administrasi pemerintahan daerah. Dalam kapasitas sebagai Plt, Taufik diharapkan mampu menjaga koordinasi antarsatuan kerja perangkat Aceh sekaligus memastikan agenda pemerintahan tetap berjalan.

Taufik Menggantikan Posisi Sekda Aceh

Sebelum ditunjuk sebagai Plt Sekda Aceh, Taufik merupakan Kepala Dinas Perkim Aceh.

Dengan penugasan baru tersebut, ia kini mendapat tanggung jawab untuk menjalankan tugas kesekretariatan pemerintahan daerah pada masa transisi.

Posisi Sekda memiliki fungsi strategis dalam birokrasi pemerintah daerah. Selain membantu gubernur dalam koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, Sekda juga berperan dalam mengoordinasikan perangkat daerah serta memastikan berbagai kebijakan dapat diterjemahkan ke dalam pelaksanaan administrasi pemerintahan.

Karena itu, kemampuan membangun komunikasi dan koordinasi menjadi salah satu aspek penting bagi pejabat yang menjalankan tugas tersebut.

Dek Fadh secara khusus mengingatkan agar amanah baru itu dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

M Nasir Syamaun Dilantik Jadi Kepala Dinas Perpustakaan

Pada hari dan lokasi yang sama, Wagub Aceh Fadhlullah juga memimpin pelantikan M Nasir Syamaun sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

Prosesi tersebut juga dilakukan secara hybrid. Dek Fadh mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dari Aula Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, sedangkan Nasir mengikuti prosesi dari Aula BKA di Banda Aceh.

Penempatan Nasir pada jabatan baru tersebut berlangsung setelah ia diberhentikan dengan hormat dari jabatan sebelumnya berdasarkan Surat Keputusan Presiden pada Jumat pekan sebelumnya.

Setelah pemberhentian tersebut, Nasir kemudian mendapatkan penugasan baru sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

“Saya melantik Saudara Nasir atas perintah Gubernur Aceh Muzakir Manaf,” ujar Dek Fadh.

Pelantikan itu sekaligus menandai perubahan posisi Nasir dalam struktur pemerintahan Aceh setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai Sekda Aceh.

Dek Fadh Apresiasi Pengabdian Nasir sebagai Sekda

Dalam sambutannya, Dek Fadh turut menyampaikan apresiasi terhadap pengabdian M Nasir Syamaun selama menjalankan tugas sebagai Sekda Aceh.

Menurutnya, Nasir telah memberikan kontribusi selama menduduki posisi tersebut. Namun, perubahan jabatan merupakan bagian dari keputusan pimpinan dan penyegaran dalam organisasi pemerintahan.

“Namun itulah keputusan Bapak Gubernur dan beliau ditunjuk dan diberi jabatan yang baru,” kata Dek Fadh.

Ia menilai perpindahan atau penyegaran jabatan di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi pemerintahan.

“Penyegaran dan memberi jabatan. Bagi ASN ini hal yang biasa, dan tak perlu dibesar-besarkan,” ujarnya.

Dek Fadh juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi Nasir selama menjabat sebagai Sekda Aceh.

“Kepada Bang Nasir yang telah menjabat sebagai sekda selama ini kita ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya,” kata Dek Fadh.

Pergantian Jabatan Bagian dari Dinamika Birokrasi

Pergantian pejabat dalam pemerintahan daerah pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan individu yang menduduki suatu jabatan. Perubahan tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan organisasi untuk menjaga efektivitas pelayanan pemerintahan dan menjalankan agenda pembangunan.

Penunjukan Taufik sebagai Plt Sekda Aceh dan penempatan Nasir sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh menunjukkan adanya penyesuaian struktur pemerintahan di tingkat provinsi.

Bagi Taufik, amanah baru tersebut membawa tanggung jawab untuk memastikan koordinasi pemerintahan tetap berjalan. Sementara bagi Nasir, jabatan baru membuka ruang pengabdian melalui sektor perpustakaan dan kearsipan.

Dalam kondisi seperti itu, keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat menjadi salah satu hal yang perlu dijaga agar perubahan struktur birokrasi tidak mengganggu pelaksanaan program pemerintah.

Tantangan Taufik sebagai Plt Sekda Aceh

Sebagai Plt Sekda Aceh, Taufik akan berhadapan dengan tanggung jawab koordinasi yang cukup luas. Berbagai perangkat daerah harus tetap berjalan dalam satu arah kebijakan pemerintah provinsi.

Komunikasi internal pemerintahan menjadi penting, terutama dalam memastikan program prioritas, administrasi pemerintahan, pelayanan publik dan hubungan dengan berbagai mitra pemerintah tetap berlangsung secara efektif.

Pesan Dek Fadh mengenai profesionalisme dan integritas juga menjadi bagian penting dari amanah tersebut.

Posisi Sekda merupakan salah satu jabatan strategis dalam birokrasi daerah. Karena itu, kemampuan menjaga koordinasi sekaligus membangun komunikasi dengan pihak legislatif, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal dan berbagai mitra lainnya akan menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi Taufik.

Roda Pemerintahan Aceh Harus Tetap Berjalan

Pergantian jabatan di lingkungan pemerintahan merupakan bagian dari dinamika birokrasi. Namun, hal yang paling penting adalah memastikan perubahan tersebut tetap mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Dengan ditunjuknya Taufik sebagai Plt Sekda Aceh, Pemerintah Aceh kini memiliki pejabat yang menjalankan fungsi Sekda selama masa penugasan tersebut.

Sementara M Nasir Syamaun melanjutkan pengabdiannya sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

Wagub Fadhlullah berharap seluruh pejabat yang mendapat amanah baru dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Profesionalisme, integritas, dan komunikasi menjadi pesan utama yang disampaikan kepada pejabat dalam menjalankan tanggung jawab pemerintahan.

Bagi Pemerintah Aceh, pergantian tersebut diharapkan tidak hanya menjadi proses administratif, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kinerja birokrasi dan memastikan program pembangunan tetap berjalan sesuai dengan arah kebijakan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhlullah.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami : Facebook | Instagram