PendidikanBreaking News

Sejarah Hari Lahir Pancasila: Awal Mula Dasar Negara Indonesia yang Diperingati Setiap 1 Juni

10
×

Sejarah Hari Lahir Pancasila: Awal Mula Dasar Negara Indonesia yang Diperingati Setiap 1 Juni

Sebarkan artikel ini
Sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945
Ilustrasi : Sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945

ACEHPEDIA.COM | Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat lahirnya dasar negara yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara hingga saat ini.

Pancasila merupakan ideologi sekaligus dasar negara Republik Indonesia yang lahir dari proses panjang perjuangan para pendiri bangsa dalam merumuskan identitas nasional. Di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang dimiliki Indonesia, Pancasila hadir sebagai pemersatu yang mampu menjaga persatuan bangsa sejak masa kemerdekaan hingga era modern.

Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, penting untuk kembali memahami bagaimana sejarah lahirnya Pancasila serta perjalanan panjang hingga akhirnya ditetapkan sebagai hari nasional dan hari libur resmi di Indonesia.

Awal Mula Lahirnya Pancasila

Sejarah Hari Lahir Pancasila tidak dapat dipisahkan dari masa menjelang kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Saat itu, Jepang yang sedang terdesak dalam Perang Dunia II berupaya menarik simpati rakyat Indonesia dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

BPUPKI dibentuk pada 1 Maret 1945 dan bertugas mempersiapkan berbagai hal terkait kemerdekaan Indonesia, termasuk merumuskan dasar negara yang akan menjadi pedoman bagi bangsa yang akan merdeka.

Sidang pertama BPUPKI berlangsung pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 di Gedung Chuo Sangi In yang kini dikenal sebagai Gedung Pancasila di Jakarta. Dalam sidang tersebut, para tokoh bangsa menyampaikan gagasan mengenai dasar negara Indonesia merdeka. Beberapa tokoh yang menyampaikan pandangannya antara lain Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.

Pidato Bersejarah Soekarno pada 1 Juni 1945

Tanggal 1 Juni 1945 menjadi momen yang sangat penting dalam sejarah Indonesia. Pada hari itu, Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, menyampaikan pidato di hadapan sidang BPUPKI mengenai dasar negara Indonesia yang akan merdeka.

Dalam pidato tersebut, Soekarno mengemukakan lima prinsip yang menurutnya dapat menjadi dasar negara Indonesia. Lima prinsip tersebut meliputi:

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan
  3. Mufakat atau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Setelah memaparkan lima prinsip tersebut, Soekarno mengusulkan nama “Pancasila” untuk menyebut kelima dasar negara tersebut. Istilah “Pancasila” berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu “Panca” yang berarti lima dan “Sila” yang berarti prinsip atau dasar.

Dalam pidatonya, Soekarno menegaskan bahwa lima dasar tersebut dapat menjadi landasan bagi Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Pidato itu kemudian dikenal dengan judul “Lahirnya Pancasila”, meskipun pada saat disampaikan sebenarnya belum memiliki judul resmi. Nama tersebut kemudian diberikan oleh Ketua BPUPKI, Dr. Radjiman Wedyodiningrat.

Peran Panitia Sembilan dalam Merumuskan Pancasila

Setelah pidato Soekarno, proses perumusan dasar negara tidak berhenti begitu saja. BPUPKI kemudian membentuk Panitia Sembilan yang bertugas menyusun rumusan lebih lanjut mengenai dasar negara dan rancangan pembukaan Undang-Undang Dasar.

Panitia Sembilan terdiri dari sembilan tokoh nasional, yaitu:

  • Soekarno
  • Mohammad Hatta
  • Mohammad Yamin
  • Agus Salim
  • Achmad Soebardjo
  • A.A. Maramis
  • Abikoesno Tjokrosoejoso
  • Abdul Kahar Muzakir
  • KH Wahid Hasyim

Melalui berbagai diskusi dan musyawarah, Panitia Sembilan berhasil menyusun naskah yang kemudian dikenal sebagai Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Dokumen ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah lahirnya Pancasila dan pembentukan negara Indonesia.

Pancasila Resmi Menjadi Dasar Negara

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menggelar sidang pada 18 Agustus 1945.

Dalam sidang tersebut, Undang-Undang Dasar 1945 disahkan dan rumusan Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 ditetapkan sebagai dasar negara Republik Indonesia.

Rumusan Pancasila yang digunakan hingga saat ini adalah:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Penetapan tersebut menjadi fondasi penting bagi perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Mengapa 1 Juni Diperingati Sebagai Hari Lahir Pancasila?

Meskipun Pancasila resmi disahkan pada 18 Agustus 1945, tanggal 1 Juni tetap dianggap sebagai hari lahirnya Pancasila karena pada hari itulah konsep dasar negara pertama kali diperkenalkan secara resmi oleh Soekarno di hadapan BPUPKI.

Oleh karena itu, tanggal 1 Juni memiliki nilai historis yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Dalam berbagai kesempatan, Soekarno juga menyampaikan bahwa dirinya bukanlah pencipta Pancasila, melainkan “penggali” nilai-nilai yang telah hidup di tengah masyarakat Indonesia sejak lama. Menurutnya, Pancasila lahir dari budaya, tradisi, dan kepribadian bangsa Indonesia sendiri.

Perjalanan peringatan Hari Lahir Pancasila tidak selalu berjalan mulus. Pada masa awal kemerdekaan, peringatan 1 Juni sempat dilaksanakan secara resmi. Bahkan pada tahun 1964, Presiden Soekarno mendorong peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai bagian dari penguatan ideologi bangsa.

Namun pada masa Orde Baru, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak lagi mendapatkan perhatian yang sama. Fokus peringatan lebih diarahkan kepada Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober. Dalam periode tersebut, peringatan 1 Juni tidak menjadi agenda nasional yang menonjol.

Baru setelah era reformasi, berbagai kalangan akademisi, tokoh masyarakat, dan pemerintah kembali mendorong penguatan sejarah lahirnya Pancasila sebagai bagian penting identitas bangsa.

Penetapan Resmi Hari Lahir Pancasila

Momentum penting terjadi pada tahun 2016 ketika pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.

Melalui keputusan tersebut, pemerintah secara resmi menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus hari libur nasional. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan sejarah pembentukan bangsa Indonesia.

Sejak saat itu, setiap tanggal 1 Juni pemerintah rutin menyelenggarakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat di seluruh Indonesia.

Makna Hari Lahir Pancasila bagi Generasi Masa Kini

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi, Hari Lahir Pancasila memiliki makna yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia.

Pancasila bukan hanya simbol negara, tetapi juga pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan, seperti intoleransi, radikalisme, disinformasi, hingga perpecahan sosial akibat perbedaan pandangan politik.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengajarkan pentingnya persatuan, gotong royong, toleransi, musyawarah, dan keadilan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah keberagaman yang dimiliki bangsa.

Bagi generasi muda, memahami sejarah lahirnya Pancasila menjadi langkah penting untuk mengenal identitas bangsa dan menghargai perjuangan para pendiri negara. Dengan memahami sejarah tersebut, diharapkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air dapat terus tumbuh di tengah perubahan zaman.

Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni merupakan momentum bersejarah yang menandai lahirnya dasar negara Indonesia. Berawal dari pidato Soekarno dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945, Pancasila kemudian berkembang melalui proses musyawarah para tokoh bangsa hingga akhirnya disahkan sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945.

Kini, lebih dari delapan dekade setelah kemerdekaan Indonesia, Pancasila tetap menjadi fondasi utama yang menjaga persatuan bangsa. Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga mengingatkan seluruh rakyat Indonesia untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan bersatu.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami : Facebook | Instagram