BeritaAceh

Satgas PRR Kembali Salurkan Bantuan bagi Warga Aceh Tamiang

8
×

Satgas PRR Kembali Salurkan Bantuan bagi Warga Aceh Tamiang

Sebarkan artikel ini
Menteri Dalam Negeri yang juga menjabat sebagai Kepala Satgas PRR Pusat, Muhammad Tito Karnavian didampingi Kaposko satgas PRR Wilayah Aceh, Dr. Safrizal ZA berfoto bersama warga setelah memberikan bantuan di Desa Sekumur, Kec. Sekerak, Aceh Tamiang, pada Sabtu ( 04/04/2026). FOTO/Dok. SATGAS PRR

Aceh Tamiang – Menteri Dalam Negeri yang juga menjabat sebagai Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi (PRR) Pusat, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (4/4). Menggunakan helikopter, Mendagri mendarat di Lapangan Bima Patra Paya Bedi tepat pukul 10.40 WIB untuk memimpin langsung percepatan pemulihan pascabencana dengan memimpin apel Praja IPDN Gelombang 3 untuk melaksanakan misi kemanusian sejumlah 733 orang.

Didampingi Kepala Pos Wilayah (Kaposwil) Safrizal ZA, Mendagri lanjut meninjau titik operasi dan menyerahkan bantuan secara simbolis bagi warga di Desa Lubuk Sidup (185 KK) dan Desa Sekumur (276 KK).

Dalam aksi kemanusiaan ini, Satgas PRR menyalurkan bantuan komprehensif berupa 1.000 paket peralatan dapur, 100 unit torent air, 400 paket sembako, serta 200 paket perlengkapan ibadah. Mendagri menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sekaligus mempercepat rehabilitasi infrastruktur.

Kepala Posko Satgas PRR Wilayah Aceh, Dr. Safrizal ZA menyerahkan bantuan paket peralatan dapur dan ibadah kepada warga di Mesjid Nurus Salam, Desa Lubuk Sidup, Kec. Sekerak, Aceh Tamiang, pada Sabtu (04/04/2026). FOTO/ Dok. Satgas PRR

“Kehadiran kami di Aceh Tamiang hari ini untuk memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat. Sebagai Kepala Satgas PRR Pusat, saya ingin memastikan bantuan darurat dan perlengkapan ibadah tersalurkan, sembari kita membangun infrastruktur jangka panjang seperti sumur bor ini,” tegas Mendagri.

Senada dengan hal tersebut, Kaposwil Safrizal ZA merinci bahwa 1.000 paket dapur tersebut merupakan komponen dari Paket Hidup Dasar. Langkah ini diambil agar warga memiliki kemandirian pangan, sementara pembangunan sumur bor akan menjadi solusi permanen atas krisis air bersih dan sanitasi di wilayah terdampak.

“Kita sudah melihat dan mendengar langsung aspirasi masyarakat. Bapak Menteri juga sudah menyampaikan bahwa kita (pemerintah) akan selalu hadir mengawal percepatan rehab rekon untuk masyarakat, khususnya untuk penyediaan air bersih kita akan langsung bangun sumur bor di lokasi (Lubuk Sidup dan Sekumur)”, ungkap Safrizal di sela-sela kunjungan.