ACEHPEDIA.COM | BANDA ACEH – Upaya memperkuat kualitas pendidikan dayah terus dilakukan melalui sinergi lintas daerah. Disdik Dayah Kota Banda Aceh menerima kunjungan kerja dari Disdik Dayah Aceh Besar dalam rangka meningkatkan koordinasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta penguatan sistem pendidikan dayah, Kamis (30/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat dinas tersebut menjadi momentum penting untuk saling berbagi pengalaman, strategi, dan inovasi dalam pengelolaan pendidikan berbasis dayah, yang merupakan salah satu pilar utama pendidikan keislaman di Aceh.
Rombongan Disdik Dayah Aceh Besar dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, Abubakar, didampingi para kepala bidang dan staf. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Muhammad, bersama Sekretaris Dinas Rahmad Khadafi, Kabid SDM dan Manajemen Muhammad Syarif, serta jajaran lainnya.
Studi Tiru untuk Tingkatkan SDM
Dalam sambutannya, Abubakar menegaskan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas SDM di lingkungan Disdik Dayah Aceh Besar.
Menurutnya, penguatan kapasitas aparatur sangat penting agar program-program pendidikan dayah dapat berjalan lebih efektif dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan.
“Kami memilih Disdik Dayah Banda Aceh sebagai tujuan studi tiru karena dinilai berhasil dalam berbagai inovasi, baik dari sisi regulasi maupun pengelolaan sistem informasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberhasilan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam melahirkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 43 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah. Regulasi tersebut dinilai menjadi landasan kuat dalam pengembangan pendidikan dayah yang terarah dan berkelanjutan.
Inovasi Digital Jadi Perhatian
Selain regulasi, Disdik Dayah Kota Banda Aceh juga dinilai sukses dalam mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Dayah Terpadu (SIDARA), yang kini menjadi salah satu contoh implementasi digitalisasi dalam pengelolaan pendidikan dayah.
Aplikasi SIDARA berfungsi sebagai database terintegrasi yang memuat berbagai informasi terkait dayah, mulai dari data lembaga, tenaga pengajar, hingga program kegiatan yang dijalankan.
Hal ini dinilai mampu meningkatkan transparansi serta memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi.
“Dengan aplikasi ini, masyarakat dapat mengetahui berbagai program dan kegiatan yang telah dilakukan, sehingga keterbukaan informasi dapat terwujud dengan baik,” jelas Muhammad.
Penguatan Regulasi dan Kelembagaan
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad juga memaparkan tahapan-tahapan penyusunan peraturan wali kota yang menjadi dasar hukum dalam pengelolaan pendidikan dayah di Banda Aceh.
Ia menekankan bahwa keberhasilan suatu program tidak terlepas dari dukungan regulasi yang kuat serta kesiapan sumber daya yang memadai.
“Pengelolaan pendidikan dayah tidak hanya membutuhkan kebijakan yang tepat, tetapi juga dukungan SDM, sarana, dan prasarana yang memadai,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan tentang pembentukan komite pendidikan dayah sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan.
Kolaborasi untuk Masa Depan Pendidikan Dayah
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga membuka peluang kerja sama lebih luas antara kedua daerah dalam pengembangan pendidikan dayah.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih terintegrasi, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta tetap menjaga nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama dayah.
Di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi, pendidikan dayah dituntut untuk mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya.
Melalui sinergi seperti ini, diharapkan muncul inovasi-inovasi baru yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi kurikulum, metode pembelajaran, maupun pengelolaan kelembagaan.
Dorongan Transparansi dan Akses Informasi
Keberadaan sistem informasi seperti SIDARA juga menjadi langkah strategis dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pendidikan dayah.
Dengan data yang terintegrasi dan mudah diakses, pemerintah dapat melakukan perencanaan yang lebih tepat sasaran, sementara masyarakat dapat ikut memantau perkembangan pendidikan secara terbuka.
Hal ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang modern, profesional, dan berbasis data.
Langkah Nyata Tingkatkan Mutu Dayah
Kunjungan kerja ini menjadi bukti nyata bahwa peningkatan mutu pendidikan dayah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar daerah.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, diharapkan pendidikan dayah di Aceh, khususnya di Banda Aceh dan Aceh Besar, dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
