Berita AcehPendidikan

SMPN 1 Baitussalam Sosialisasikan “My Body, My Choice”, Edukasi Siswa Cegah Kekerasan Sejak Dini

18
Siswa SMP Negeri 1 Baitussalam mengikuti kegiatan edukasi
Siswa SMP Negeri 1 Baitussalam mengikuti kegiatan edukasi “My Body, My Choice” dalam rangka memperingati Sexual Assault Awareness Month, Sabtu (25/4/2026). FOTO/MC ACEH BESAR.

KOTA JANTHO – SMPN 1 Baitussalam menggelar sosialisasi “My Body, My Choice” dalam rangka memperingati Sexual Assault Awareness Month sebagai upaya mendorong sekolah ramah anak tanpa kekerasan, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan edukatif ini dilaksanakan bekerja sama dengan Komunitas Sahabat Andhikara dan menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pendidikan.

Melalui pendekatan interaktif, para siswa diajak memahami pentingnya menjaga diri sejak dini, mengenali batasan tubuh, serta meningkatkan kesadaran terhadap potensi kekerasan baik di dunia nyata maupun digital.

Edukasi Batasan Tubuh dan Consent Sejak Dini

Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kreativitas sekaligus memperkenalkan konsep perlindungan diri.

Materi yang disampaikan meliputi pemahaman tentang bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain, pentingnya konsep consent (persetujuan), serta cara merespons situasi yang berpotensi mengarah pada kekerasan seksual.

Selain itu, siswa juga diberikan edukasi terkait ancaman di ruang digital, termasuk modus pelecehan yang kerap terjadi secara daring dan langkah-langkah pencegahannya.

Dorong Sekolah Ramah Anak dan Lingkungan Aman

Kepala SMP Negeri 1 Baitussalam, Roslina, SPd., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga diri serta bersikap bijak menghadapi berbagai ancaman.

“Kami berharap siswa-siswi memahami pentingnya menjaga diri, menghargai batasan, serta lebih waspada baik di lingkungan sekitar maupun di dunia digital,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk keterlibatan organisasi masyarakat.

Kolaborasi Perkuat Perlindungan Anak

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai elemen, termasuk komunitas Sahabat Andhikara dan dukungan dari organisasi seperti Flower Aceh, guna memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan suportif.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan upaya pencegahan kekerasan seksual dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan di masyarakat.

Antusiasme Siswa Tinggi

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat aktif berpartisipasi dalam setiap sesi, menciptakan suasana belajar yang terbuka, aman, dan menyenangkan.

Interaksi yang hangat antara fasilitator dan peserta juga menjadi nilai tambah dalam menyampaikan pesan penting terkait perlindungan diri dan kesadaran terhadap kekerasan seksual.


Eksplorasi konten lain dari acehpedia.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Exit mobile version