InternasionalTeknologi

Peretas Pro-Iran Klaim Bobol Data Jenderal Israel, 19 Ribu File Rahasia Diduga Bocor

17
×

Peretas Pro-Iran Klaim Bobol Data Jenderal Israel, 19 Ribu File Rahasia Diduga Bocor

Sebarkan artikel ini
Peretas Pro-Iran Klaim Bobol Data Jenderal Israel

TEHERAN — Ketegangan antara Iran dan Israel tidak hanya terjadi di medan perang, tetapi juga merambah ke dunia siber. Serangan digital terbaru bahkan menyasar tokoh penting militer Israel.

Kelompok peretas yang berafiliasi dengan Iran, Handala Hack Team, mengklaim telah membobol data pribadi mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Herzi Halevi.

Dalam pernyataan yang dirilis di situs resminya, Kamis, kelompok tersebut menyebut telah memperoleh lebih dari 19 ribu file sensitif, termasuk foto dan video yang disebut berasal dari perangkat pribadi Halevi.

“Semua fasilitas rahasia, ruang krisis, hingga detail pusat komando telah lama terbuka bagi kami,” tulis kelompok tersebut dalam pernyataannya.

Ribuan File Sensitif Diduga Bocor

Dokumen yang diklaim diretas mencakup rekaman aktivitas militer hingga pertemuan penting. Beberapa di antaranya bahkan disebut memperlihatkan Halevi bertemu dengan pejabat dari negara-negara Arab.

Laporan menyebutkan, sejumlah foto dan video menunjukkan aktivitas Halevi saat mengunjungi pangkalan militer, melakukan briefing dengan pilot, hingga menjalankan agenda resmi lainnya.

Tak hanya itu, beberapa data pribadi seperti foto keluarga serta kartu identitas juga ikut dipublikasikan oleh kelompok peretas tersebut.

Ungkap Pertemuan Rahasia

Sebagian materi yang beredar juga disebut mengungkap pertemuan yang sebelumnya tidak diketahui publik.

Salah satunya adalah pertemuan Halevi dengan pejabat militer Yordania, termasuk Yousef Huneiti, dalam sebuah kunjungan yang disebut berlangsung di Yordania.

Selain itu, terdapat pula dokumentasi yang menunjukkan kehadiran Halevi di Qatar saat bertemu pejabat militer Amerika Serikat, termasuk Michael Kurilla.

Belum Ada Tanggapan Resmi

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak militer Israel terkait klaim peretasan tersebut.

Namun, ini bukan kali pertama kelompok Handala mengklaim membobol perangkat milik pejabat tinggi Israel. Sebelumnya, mereka juga mengaku telah meretas data milik sejumlah tokoh penting, termasuk mantan Perdana Menteri Naftali Bennett dan pejabat lainnya.

“Setiap informasi akan kami ungkap pada waktunya,” demikian pernyataan kelompok tersebut.