Meureudu— Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Dr. Safrizal ZA, Selasa, 3 November 2026, mendampingi kunjungan Mendagri Dr. H. Tito Karnavian ke Kabupaten Pidie Jaya.
Safrizal yang juga Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, menyampaikan kunjungan Mendagri yang merupakan Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, dalam rangka meninjau Pidie Jaya yang kembali diterjang banjir bandang akibat jebolnya tanggul Krueng Meureudu dan Krueng Ulim.
“Baru-baru ini sejumlah Kecamatan di Pidie Jaya kembali diterjang banjir akibat hujan deras yang mengakibatkan jebolnya tanggul sungai di wilayah tersebut, ” kata Safrizal.
Dalam kunjungan itu, tambah Safrizal, Mendagri mengunjungi dua desa terdampak parah yang diterjang banjir pada 1 dan 2 November 2026. Desa yang dikunjungi yaitu Dayah Usen dan Alue Keutapang. Kedua desa tersebut berada di Kecamatan Meurah Dua.
Masing-masing desa mendapatkan bantuan Rp200 juta dari Mendagri. Serta satu unit dayah bernama Ibatun Mutaalimin di Desa Dayah Usen milik Teungku Yusri, juga mendapatkan santunan Rp50 juta dari Mendagri. Kementerian Sosial juga ikut memberikan bantuan sembako, kids ware, dan peralatan tidur.
Safrizal menyampaikan, berdasarkan arahan Menteri Dalam Negeri H. Tito Karnavian, bahwa Kemendagri akan membuat surat edaran yang isinya tentang penetapan status tanggap darurat bencana kepada daerah-daerah yang kembali diterjang bencana banjir bandang susulan.
Selain itu, tambah Safrizal, pemerintah daerah terdampak bencana Hidrometeorologi Sumatra supaya membuat surat permohonan pemanfaatan galian C di dalam sungai yang dangkal akibat bencana.
Mendagri menyampaikan, sedimentasi yang telah menyebabkan 100 lebih sungai di tiga provinsi di Sumatra, harus dikeruk. Oleh karenanya, pelibatan pihak ketiga untuk mengeruk sedimentasi perlu dibuka ruang. Pemanfaatan galian C di dalam sungai yang terdampak dapat dilakukan bilamana adanya permohonan dari bupati/walikota.
Syaratnya pihak ketiga yang diberikan izin nantinya bukan sekadar mencari keuntungan. Tapi bekerja dengan tujuan utama pemulihkan sungai. Nilai ekonomi yang didapat dari hasil tersebut dapat dibagi untuk pihak ketiga, pemerintah daerah, dan rakyat menikmati hasil pemulihan sungai lebih cepat.
Dalam kunjungan ke Pidie Jaya, Mendagri juga menyerahkan satu unit Fire Hawk FWS 4000 liter untuk Pemkab Pijay. Bantuan tersebut diterima oleh Bupati Sibral Malasyi. Selain itu Mendagri juga menyerahkan tiga unit mesin pompa portable untuk Kabupaten Bireuen dan tiga unit untuk Aceh Utara.
Kunjungan Mendagri ke Pidie Jaya ikut didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhullah alias Dek Fadh, Ketua DPR Aceh Zulfadli (Abang Samalanga), Bupati Bireuen H. Mukhlis, S. T., Bupati Aceh Utara Yah Wa, dan sejumlah pejabat lainnya.






