Berita Aceh

Iskandar Muda Terpilih Pimpin ORARI Bener Meriah, Perkuat Peran Komunikasi Kebencanaan

5
×

Iskandar Muda Terpilih Pimpin ORARI Bener Meriah, Perkuat Peran Komunikasi Kebencanaan

Sebarkan artikel ini
Iskandar Muda Pimpin ORARI Bener Meriah, Siap Perkuat Komunikasi Kebencanaan
Iskandar Muda YD6AXA terpilih sebagai Ketua ORARI Lokal Bener Meriah dalam Musyawarah Lokal I di Kantor Bupati Bener Meriah, 1 November 2026.

ACEHPEDIA.COM | Bener Meriah – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Bener Meriah memasuki babak baru setelah Iskandar Muda dengan callsign YC6AXA terpilih secara aklamasi sebagai ketua dalam Musyawarah Lokal (Muslok) I. Kepemimpinan baru ini diharapkan memperkuat peran radio amatir, khususnya dalam mendukung komunikasi darurat, mitigasi bencana, serta kegiatan sosial kemasyarakatan di wilayah dataran tinggi Gayo.

Muslok I ORARI Lokal Bener Meriah berlangsung di Aula Sekretariat Daerah, Kantor Bupati Bener Meriah, Minggu (1/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum pembentukan kepengurusan lokal sekaligus langkah awal untuk mengembangkan organisasi agar semakin aktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pemilihan ketua berlangsung dalam suasana musyawarah yang hangat dan mengedepankan kebersamaan. Iskandar Muda memperoleh kepercayaan peserta secara aklamasi. Jalannya persidangan dipimpin Sekretaris ORARI Daerah Aceh, Hilman dengan callsign YC6DG.

Terpilihnya kepengurusan baru diharapkan menjadi dorongan bagi anggota ORARI Bener Meriah untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas komunikasi radio, dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak.

Dukungan lintas sektor bagi pengembangan ORARI

Pelaksanaan Muslok I turut mendapat perhatian dari sejumlah unsur pemerintahan, keamanan, dan tokoh masyarakat. Kehadiran para undangan tersebut memperlihatkan adanya ruang kolaborasi antara komunitas radio amatir dengan berbagai elemen di daerah.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Wakil Kepala Kepolisian Resor Bener Meriah Kompol Hamdani, Pasi Intel Kodim 0119/BM Kapten Inf Dedi Kurnia, serta Ketua PETA Sayed Abdullah.

Dukungan lintas sektor menjadi salah satu modal penting bagi ORARI dalam menjalankan kegiatan organisasi. Sebagai wadah komunikasi radio amatir, ORARI memiliki ruang kontribusi yang tidak terbatas pada aktivitas komunikasi antarpengguna radio, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mendukung penyebaran informasi dan kegiatan kemanusiaan.

Dalam pelaksanaannya, komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta lembaga terkait diperlukan agar kegiatan organisasi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Terlebih, wilayah Bener Meriah memiliki karakter geografis berupa kawasan pegunungan, perkebunan, dan permukiman yang tersebar. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya ketersediaan berbagai alternatif sarana komunikasi, terutama ketika terjadi gangguan pada jaringan komunikasi konvensional.

Susunan kepengurusan ORARI Lokal Bener Meriah

Selain menetapkan ketua, Muslok I juga menghasilkan susunan pengurus inti dan Dewan Pengawas dan Penasehat (DPP) ORARI Lokal Bener Meriah.

Dalam susunan yang ditetapkan melalui musyawarah tersebut, Wen Bakti dengan callsign YD6AAT dipercaya sebagai Ketua DPP. Ia didampingi tiga anggota, yakni Sriandi (YD6AWX), Sarni (YD6AXD), dan Sukarma (YD6AXU).

Sementara itu, posisi Sekretaris ORARI Lokal Bener Meriah dipercayakan kepada Suarno dengan callsign YD6AXE.

Terbentuknya susunan kepengurusan tersebut menjadi bagian penting dari proses penataan organisasi. Dengan pembagian peran yang jelas, pengurus diharapkan dapat menjalankan program kerja, mengoordinasikan anggota, serta memastikan kegiatan ORARI berjalan secara terarah.

Sebelum rangkaian musyawarah ditutup, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus pemegang mandat pembentukan ORARI Lokal Bener Meriah, Ibrahim, menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. Penyampaian laporan tersebut menjadi bagian dari rangkaian proses pembentukan organisasi yang mendapat sambutan dari peserta.

Ketua ORARI Aceh tekankan kebersamaan dan informasi kebencanaan

Ketua ORARI Daerah Aceh, T. Marzuki dengan callsign YC6AK, menyampaikan ucapan selamat kepada Iskandar Muda dan seluruh jajaran pengurus yang telah terbentuk. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga kekompakan serta mengajak seluruh anggota untuk berperan aktif dalam membesarkan organisasi.

Menurutnya, ORARI harus menjadi ruang bersama bagi seluruh anggota, bukan organisasi yang hanya bertumpu pada kepentingan individu atau kelompok tertentu.

“ORARI bukanlah milik pribadi, melainkan milik bersama. Jadikan ORARI sebagai wadah untuk menyampaikan informasi-informasi positif, terutama terkait kebencanaan,” tegas T. Marzuki.

Pesan tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga etika komunikasi dalam aktivitas radio amatir. Informasi yang disampaikan melalui jaringan komunikasi radio perlu mengutamakan kejelasan, ketepatan, dan tanggung jawab, terlebih apabila berkaitan dengan situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

Ia juga mendorong pengurus untuk membangun hubungan yang baik dengan pemerintah dan masyarakat. Dengan komunikasi yang santun dan profesional, ORARI diharapkan dapat menjadi mitra yang mendukung kebutuhan informasi di daerah.

Radio amatir sebagai alternatif komunikasi saat darurat

Karakter geografis Bener Meriah menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan akses komunikasi. Wilayah pegunungan dan kawasan perkebunan memiliki kondisi yang berbeda-beda, sehingga tidak semua lokasi selalu memperoleh kualitas layanan jaringan seluler yang sama.

Dalam situasi normal, masyarakat umumnya mengandalkan telepon seluler dan jaringan internet untuk berkomunikasi. Namun, ketika terjadi bencana atau gangguan infrastruktur, layanan tersebut berpotensi mengalami hambatan. Pada kondisi seperti ini, radio komunikasi dapat menjadi salah satu alternatif untuk menyampaikan informasi.

Radio amatir memungkinkan anggotanya berkomunikasi melalui frekuensi radio sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui kegiatan komunikasi tersebut, informasi mengenai kondisi lapangan, kebutuhan bantuan, maupun perkembangan situasi dapat diteruskan kepada pihak yang membutuhkan.

Meski demikian, pemanfaatan radio amatir untuk penanganan bencana tetap memerlukan koordinasi dengan instansi berwenang. Informasi yang diterima harus diperiksa dan disampaikan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Peran inilah yang diharapkan dapat dikembangkan oleh ORARI Lokal Bener Meriah. Dengan anggota yang memiliki keterampilan komunikasi radio, organisasi berpeluang mendukung kesiapsiagaan daerah melalui latihan komunikasi, koordinasi antarpengguna radio, serta partisipasi dalam kegiatan kemanusiaan.

Pemerintah daerah harapkan ORARI menjadi mitra masyarakat

Apresiasi terhadap pembentukan ORARI Lokal Bener Meriah juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah. Bupati Bener Meriah, Tagore, melalui Plt. Kepala Dinas, Ilham Abdi, S.STP., AP, berharap organisasi tersebut dapat mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan komunikasi dan pelayanan masyarakat.

Harapan tersebut sejalan dengan kebutuhan daerah untuk memiliki jaringan komunikasi pendukung yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kondisi. Kolaborasi antara ORARI dan pemerintah daerah dapat diarahkan pada kegiatan sosial, penyebaran informasi publik, serta dukungan komunikasi ketika terjadi keadaan darurat.

Kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan unsur masyarakat juga dapat menjadi langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan. Bentuk kolaborasi dapat dilakukan melalui pelatihan, simulasi komunikasi darurat, serta penyusunan mekanisme koordinasi sesuai kebutuhan dan kewenangan masing-masing pihak.

Dengan demikian, keberadaan ORARI tidak hanya dirasakan oleh para anggotanya, tetapi juga dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Kepengurusan baru diharapkan membuka ruang bagi generasi muda

Di bawah kepemimpinan Iskandar Muda, ORARI Lokal Bener Meriah diharapkan mampu menyusun program kerja yang berorientasi pada penguatan kapasitas anggota dan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu bidang yang dapat dikembangkan adalah pembinaan generasi muda agar mengenal komunikasi radio, memahami etika penggunaan frekuensi, serta memiliki keterampilan teknis yang bermanfaat. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang edukasi mengenai teknologi komunikasi, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Selain pembinaan anggota, kegiatan sosial kemanusiaan dan penguatan jaringan komunikasi antarwilayah dapat menjadi bagian dari agenda organisasi ke depan.

Terpilihnya Iskandar Muda sebagai Ketua ORARI Lokal Bener Meriah melalui Muslok I pada 1 November 2026 menjadi awal bagi perjalanan kepengurusan baru. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan hasil musyawarah menjadi program nyata yang dapat dijalankan secara konsisten.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan berbagai pihak, ORARI Lokal Bener Meriah diharapkan semakin berkembang sebagai wadah komunikasi radio amatir sekaligus mitra masyarakat dalam mendukung penyebaran informasi, kegiatan sosial, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di dataran tinggi Gayo.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami : Facebook | Instagram