ACEHPEDIA.COM |Banda Aceh – Underpass Beurawe kini sudah kembali dibuka dan dapat dilalui pengendara setelah sempat ditutup selama lima hari akibat genangan air yang dipicu pencurian kabel pompa air.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banda Aceh, Rulli Syahreza, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan pemasangan kabel sehingga pompa air kembali dapat beroperasi.
“Alhamdulillah, Underpass Beurawe sudah kami buka dari jam 5 pagi tadi. Setelah kemarin kita berupaya semaksimal mungkin, pada malamnya pompa baru bisa beroperasi kembali pukul 21.00 WIB. Makanya tadi pagi langsung kita buka akses untuk pengendara,” ujar Rulli didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Fernanda, Jumat (8/5/2026).
Meski akses lalu lintas sudah kembali normal, Rulli menjelaskan proses pemulihan masih terus dilakukan karena terdapat tiga unit pompa lain yang diduga mengalami kerusakan pada bagian dinamo.
Saat ini, baru satu pompa yang berfungsi untuk mengurangi genangan air di kawasan underpass.
“Untuk sementara satu pompa yang beroperasi. Tiga lagi mau diangkat sore ini, diperkirakan terjadi kerusakan pada dinamonya,” jelasnya.
Pemerintah Kota Banda Aceh terus melakukan upaya maksimal agar seluruh sistem pompa dapat kembali normal sehingga risiko genangan saat hujan dapat diminimalisir.
Pemko Banda Aceh Pasang CCTV dan Tingkatkan Pengamanan
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Pemerintah Kota Banda Aceh akan memperkuat pengamanan fasilitas publik di kawasan underpass.
Menurut Rulli, Diskominfotik Kota Banda Aceh akan memasang kamera pengawas CCTV di lokasi tersebut. Selain itu, penambahan lampu taman juga akan dilakukan oleh DLHK3 Kota Banda Aceh.
Pengamanan kawasan juga akan diperkuat melalui patroli rutin oleh Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh.
Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah aksi pencurian kabel maupun gangguan lain terhadap fasilitas umum yang berdampak pada masyarakat.
Rulli turut mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas publik dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Menurutnya, keberlangsungan fungsi infrastruktur kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melaporkan jika ada aktivitas mencurigakan.
“Kami berharap warga ikut menjaga fasilitas umum agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.
—
