Internasional

Israel Tolak Bahas Gencatan Senjata dengan Hizbullah, Ketegangan di Lebanon Selatan Memanas

37
×

Israel Tolak Bahas Gencatan Senjata dengan Hizbullah, Ketegangan di Lebanon Selatan Memanas

Sebarkan artikel ini
Beirut, Beirut Governorate, Lebanon. FOTO/Jo Kassis. Pexels.com

Lebanon, 11 April 2026 – Israel menyatakan tidak akan membahas opsi gencatan senjata dengan Hizbullah dalam pertemuan dengan pejabat Lebanon yang dijadwalkan berlangsung di Washington pekan depan. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik dan serangan militer yang terus terjadi di Lebanon selatan.

Pada hari Sabtu, sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel, termasuk tiga petugas layanan darurat, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Media pemerintah juga melaporkan serangan udara di lebih dari 10 lokasi di wilayah selatan Lebanon.

Pertemuan Diplomatik Tetap Berlangsung di Tengah Konflik

Pertemuan antara delegasi Israel dan Lebanon disebut akan menjadi pembicaraan awal terkait kemungkinan jalur perdamaian, meskipun kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, mengatakan bahwa pertemuan tersebut menandai dimulainya negosiasi formal dengan pemerintah Lebanon.

“Israel setuju untuk memulai negosiasi perdamaian formal dengan Lebanon,” ujar Leiter. Namun, ia menegaskan bahwa Israel menolak membahas gencatan senjata dengan Hizbullah, yang disebutnya sebagai kelompok yang masih melakukan serangan dan menjadi hambatan utama perdamaian.

Sikap Lebanon dan Hizbullah

Di sisi lain, anggota parlemen Lebanon yang berafiliasi dengan Hizbullah, Hassan Fadlallah, menolak rencana negosiasi langsung antara Lebanon dan Israel. Ia menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap konstitusi dan perjanjian nasional Lebanon, serta berpotensi memperburuk perpecahan internal.

“Langkah ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap pakta nasional dan memperburuk perpecahan di saat Lebanon membutuhkan persatuan,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Serangan Militer Terus Berlanjut

Sementara upaya diplomatik berlangsung, serangan di lapangan masih terus terjadi. Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan di wilayah Mayfadoun, distrik Nabatieh.

Kementerian Kesehatan Lebanon juga mengonfirmasi adanya tiga serangan mematikan di wilayah yang sama dan menyoroti dugaan penargetan sistematis terhadap petugas layanan darurat.

Dorongan Internasional untuk Meredakan Ketegangan

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Lebanon telah mendorong Israel untuk menghentikan sementara operasi militer sebelum dimulainya pembicaraan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengurangi intensitas serangan guna mencegah runtuhnya kesepakatan gencatan senjata yang masih rapuh di kawasan tersebut.


Eksplorasi konten lain dari acehpedia.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.