Berita Aceh

Muslok X, Afkhar YC6BEA Terpilih Pimpin ORARI Lokal Banda Aceh Periode 2026–2029

111
×

Muslok X, Afkhar YC6BEA Terpilih Pimpin ORARI Lokal Banda Aceh Periode 2026–2029

Sebarkan artikel ini
Muslok X ORARI Lokal Banda Aceh
Afkhar, SE (YC6BEA) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua ORARI Lokal Banda Aceh periode 2026–2029 dalam Muslok X

Muslok X ORARI Lokal Banda Aceh Tegaskan Komitmen Membangun Organisasi yang Tangguh dan Responsif

ACEHPEDIA.COM | BANDA ACEH – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Banda Aceh resmi menggelar Musyawarah Lokal (Muslok) X di Aula Kantor SAR Banda Aceh, Sabtu (27/6/2026). Forum organisasi tertinggi di tingkat lokal tersebut menghasilkan kepemimpinan baru dengan terpilihnya Afkhar, SE dengan callsign YC6BEA sebagai Ketua ORARI Lokal Banda Aceh periode 2026–2029.

Afkhar terpilih secara aklamasi menggantikan ketua sebelumnya, Julizar dengan callsign YC6BKO, setelah memperoleh dukungan penuh dari seluruh peserta Muslok. Terpilihnya secara mufakat mencerminkan besarnya kepercayaan anggota terhadap kapasitas kepemimpinannya untuk membawa organisasi menjadi lebih maju, solid, serta mampu menjawab berbagai tantangan di era digital.

Muslok X mengusung tema “Membangun Sinergi Amatir Radio yang Tangguh, Kompetitif, dan Tanggap Bencana sebagai Pengabdian untuk Masyarakat Banda Aceh.” Tema tersebut menjadi arah strategis organisasi dalam memperkuat eksistensi amatir radio sebagai mitra masyarakat sekaligus pendukung komunikasi kebencanaan.

Musyawarah Lokal merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di lingkungan ORARI tingkat lokal. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda konstitusional untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya dan memilih kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan organisasi selama tiga tahun terakhir.

Julizar YC6BKO
Julizar (YC6BKO) Menyampakain laporan pertanggung jawaban dalam Forum Muslok X yang digelar di aula Kantor SAR Banda Aceh, Sabtu, 27 Juni 2026, Banda Aceh. FOTO ACEHPEDIA/MAMAD

Selain memilih ketua baru, peserta Muslok turut membahas berbagai program kerja strategis yang akan dijalankan selama masa bakti 2026–2029. Pembahasan tersebut mencakup pengembangan kapasitas anggota, peningkatan kompetensi komunikasi radio, penguatan organisasi, hingga peran aktif ORARI dalam mendukung pelayanan masyarakat.

Melalui forum tersebut, ORARI Lokal Banda Aceh diharapkan mampu menyusun program kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi sekaligus responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Afkhar Terpilih Secara Aklamasi

Proses pemilihan ketua berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menghasilkan keputusan secara aklamasi dengan menetapkan Afkhar, SE (YC6BEA) sebagai Ketua ORARI Lokal Banda Aceh periode 2026–2029.

Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan program-program organisasi sekaligus menghadirkan berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pembinaan anggota serta memperkuat kontribusi ORARI di tengah masyarakat.

Dengan pengalaman dan dukungan yang dimiliki, Afkhar diharapkan mampu membawa ORARI Lokal Banda Aceh semakin profesional, modern, dan berdaya saing.

Salah satu fokus utama kepengurusan baru adalah memperkuat fungsi ORARI sebagai Dukungan Komunikasi (DUKOM) pada saat terjadi keadaan darurat maupun bencana alam.

Peran tersebut selama ini menjadi salah satu kekuatan utama organisasi amatir radio, khususnya ketika jaringan komunikasi konvensional mengalami gangguan akibat bencana.

Melalui penguatan kapasitas operator radio amatir, peningkatan kesiapsiagaan anggota, serta sinergi dengan berbagai instansi terkait, ORARI Lokal Banda Aceh diharapkan semakin siap memberikan dukungan komunikasi yang cepat, akurat, dan andal dalam setiap kondisi darurat.

Keberadaan relawan komunikasi radio menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana karena mampu menjembatani informasi di wilayah yang sulit dijangkau oleh jaringan telekomunikasi umum.

Ketua ORARI Daerah Aceh Harapkan Banda Aceh Jadi Role Model

Muslok X secara resmi dibuka oleh Ketua ORARI Daerah Aceh, T. Marzuki, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum organisasi tersebut.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan semangat baru dalam membangun organisasi yang lebih progresif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, ORARI Lokal Banda Aceh memiliki potensi besar untuk menjadi contoh bagi ORARI lokal lainnya di Provinsi Aceh.

“Semoga ORARI Lokal Banda Aceh ke depan menjadi role model bagi ORARI lokal lainnya di Aceh,” ujar Marzuki.

Ia juga optimistis kepengurusan baru mampu melahirkan berbagai program inovatif yang tidak hanya meningkatkan kualitas organisasi, tetapi juga memperkuat kontribusi sosial ORARI kepada masyarakat.

Tema yang diusung dalam Muslok X menegaskan pentingnya membangun sinergi antara anggota, pengurus, pemerintah, serta berbagai lembaga mitra.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam memperkuat eksistensi organisasi di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang terus berubah dengan cepat.

Selain mempertahankan fungsi amatir radio sebagai sarana komunikasi, ORARI juga didorong untuk aktif melakukan edukasi, pelatihan, pembinaan operator radio, hingga mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Dengan sinergi yang kuat, organisasi diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus memperluas kontribusinya kepada masyarakat.

Foto Bersama Muslok X Banda Aceh
Foto bersama peserta MUSLOK X Kota Banda Aceh

Komitmen Menghadapi Tantangan Era Digital

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar terhadap dunia komunikasi. Meski demikian, radio amatir tetap memiliki peran strategis, terutama dalam kondisi darurat ketika jaringan komunikasi modern tidak dapat berfungsi secara optimal.

Karena itu, kepengurusan baru ORARI Lokal Banda Aceh diharapkan mampu mengintegrasikan perkembangan teknologi dengan kemampuan komunikasi radio konvensional agar organisasi tetap relevan di masa depan.

Peningkatan kompetensi anggota, regenerasi operator radio amatir, serta pemanfaatan teknologi komunikasi modern menjadi bagian dari tantangan yang akan dihadapi selama periode kepengurusan baru.

Terpilihnya Afkhar, SE sebagai Ketua ORARI Lokal Banda Aceh menjadi awal dari babak baru perjalanan organisasi.

Dengan dukungan penuh seluruh anggota, kepengurusan periode 2026–2029 diharapkan mampu memperkuat soliditas internal, meningkatkan profesionalisme organisasi, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat.

Tidak hanya sebagai wadah bagi para penggemar komunikasi radio, ORARI Banda Aceh juga diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung komunikasi kebencanaan, kegiatan sosial, serta pembangunan sumber daya manusia di bidang komunikasi radio.

Melalui semangat kebersamaan yang lahir dari Muslok X, ORARI Lokal Banda Aceh optimistis mampu menjadi organisasi amatir radio yang semakin tangguh, kompetitif, inovatif, dan selalu hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.


Kunjungi Juga Media Sosial Acehpedia : Facebook | Instagram