Ruang Budaya

Pewarta Foto Aceh Raih APFI 2026 Lewat Karya Lingkungan “The Hope”

19
×

Pewarta Foto Aceh Raih APFI 2026 Lewat Karya Lingkungan “The Hope”

Sebarkan artikel ini
Pewarta foto Aceh, Chaideer Mahyuddin
Pewarta foto asal Aceh, Chaideer Mahyuddin, kembali menorehkan prestasi nasional setelah berhasil meraih penghargaan Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2026 untuk kategori Nature and Environment melalui karya foto cerita berjudul The Hope. FOTO/DOC. DOK. PRIBADI

ACEHPEDIA.COM |Bogor –  Pewarta foto asal Aceh, Chaideer Mahyuddin, kembali menorehkan prestasi nasional setelah berhasil meraih penghargaan Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2026 untuk kategori Nature and Environment melalui karya foto cerita berjudul The Hope.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam seremoni APFI 2026 yang berlangsung di Auditorium Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Bogor, Bogor, Kamis (8/5/2026). Tahun ini, Kota Bogor dipercaya menjadi tuan rumah ajang tahunan insan pewarta foto dari seluruh Indonesia.

Fotografer Agence France-Presse (AFP) biro Jakarta yang bertugas di Aceh itu berhasil memikat perhatian dewan juri melalui karya visual yang menggambarkan kondisi memprihatinkan habitat gajah Sumatra di Aceh akibat kerusakan lingkungan dan bencana alam.

“The Hope” Angkat Kisah Gajah Sumatra dan Kerusakan Lingkungan

Karya The Hope menyoroti kehidupan satwa liar, khususnya gajah Sumatra, yang semakin terdesak oleh aktivitas manusia seperti pembalakan liar, ekspansi perkebunan, hingga pertambangan di wilayah hulu Aceh.

Cerita visual tersebut mencapai puncaknya saat Siklon Senyar melanda Sumatra pada akhir November 2025 dan memicu banjir bandang serta longsor yang menghancurkan habitat satwa dan kehidupan masyarakat.

Melalui jepretan kameranya, Chaideer juga merekam perjuangan para ranger konservasi yang tanpa lelah berpatroli membersihkan jerat serta menyelamatkan satwa liar yang terancam.

Salah satu frame paling emosional dalam foto cerita tersebut memperlihatkan bangkai gajah yang terseret arus banjir bersama tumpukan kayu dan sampah, sementara sekelompok gajah jinak bersama mahout berusaha membantu membersihkan puing-puing bencana.

Setiap foto dalam The Hope menghadirkan pesan mendalam tentang kehilangan, perjuangan, dan harapan di tengah krisis lingkungan.

Penghargaan Ketujuh APFI untuk Chaideer Mahyuddin

Keberhasilan di APFI 2026 ini menjadi penghargaan ketujuh yang diraih Chaideer Mahyuddin sejak pertama kali memenangkan ajang tersebut pada 2010 silam.

“Alhamdulillah, award ini adalah kebanggaan besar karena mewakili Aceh, menyampaikan pesan dan harapan dari para penyintas banjir. Terima kasih juga kepada semua yang bekerja tanpa lelah untuk menjaga alam agar tetap lestari,” ujarnya.

Ajang APFI sendiri merupakan agenda tahunan Pewarta Foto Indonesia yang memberikan apresiasi kepada karya fotografi jurnalistik terbaik dari seluruh Indonesia.

Selain menjadi wadah penghargaan, APFI juga mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik visual yang kuat dalam mengangkat isu sosial, politik, budaya, olahraga, hingga lingkungan.

Fotografi Jurnalistik Jadi Suara Alam dan Kemanusiaan

Melalui karya The Hope, Chaideer Mahyuddin dinilai tidak sekadar menghasilkan dokumentasi visual, tetapi juga menyuarakan penderitaan alam dan kehidupan yang kerap luput dari perhatian publik.

Karya tersebut menjadi pengingat penting tentang dampak kerusakan lingkungan dan tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan alam demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi Aceh di tingkat nasional, khususnya dalam dunia fotografi jurnalistik dan isu pelestarian lingkungan.

Kunjungi Juga Media Sosial Kami di : Facebook | Instagram