Breaking News

Bangkai Ayam Berserakan di Dekat Sekolah, Polsek Jaya Baru Turun Tangan Tindak Lanjut Keluhan Warga

8
×

Bangkai Ayam Berserakan di Dekat Sekolah, Polsek Jaya Baru Turun Tangan Tindak Lanjut Keluhan Warga

Sebarkan artikel ini
Polsek Jaya Baru turun ke lokasi terkait temuan bangkai ayam di dekat sekolah di Lamjame
Polsek Jaya Baru turun ke lokasi terkait temuan bangkai ayam di dekat sekolah di Lamjame

ACEHPEDIA.COM | BANDA ACEH – Keluhan warga terkait temuan bangkai ayam yang berserakan di kawasan Gampong Lamjame, Kecamatan Jaya Baru, langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan ancaman kesehatan, terutama karena lokasinya berada di dekat lingkungan sekolah yang aktif digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius setelah warga dan pihak sekolah mengeluhkan aroma tidak sedap yang menyengat serta kekhawatiran akan dampak kesehatan bagi siswa dan masyarakat sekitar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polsek Jaya Baru bersama perangkat gampong setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan.

Kapolresta Banda Aceh, Andi Kirana, melalui Kapolsek Jaya Baru, Tea Gustianingsih, membenarkan adanya temuan bangkai ayam yang berserakan di sekitar kompleks sekolah tersebut.

“Kami bersama perangkat Gampong Lamjame sudah melakukan pengecekan ke lokasi sesuai dengan keluhan warga dan guru. Ini harus ditindaklanjuti mengingat bangkai ayam berserakan di sekitar area pusat pendidikan,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ancaman Kesehatan dan Lingkungan

Bangkai ayam atau yang dikenal sebagai ayam tiren (mati kemarin) merupakan daging yang sudah tidak layak konsumsi dan sangat berisiko bagi kesehatan. Kondisi ini rentan menjadi sumber bakteri berbahaya yang dapat memicu berbagai penyakit, termasuk keracunan makanan hingga infeksi serius.

Selain itu, keberadaan bangkai ayam yang dibiarkan terbuka di lingkungan juga dapat mencemari udara dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Dalam kasus di Lamjame, kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena lokasinya berada di sekitar area sekolah. Lingkungan pendidikan yang seharusnya bersih dan sehat justru terpapar potensi pencemaran yang dapat berdampak pada kesehatan siswa dan tenaga pengajar.

“Kondisi ini bukan hanya soal bau tidak sedap, tetapi juga berpotensi menimbulkan penyebaran penyakit, terutama bagi anak-anak yang setiap hari beraktivitas di sekolah tersebut,” tambah Kapolsek.

Langkah Cepat Aparat dan Edukasi Peternak

Sebagai langkah awal, aparat kepolisian bersama perangkat gampong melakukan pendataan serta identifikasi sumber bangkai ayam tersebut. Selain itu, pihak kepolisian juga memberikan imbauan langsung kepada pelaku usaha atau peternak ayam di sekitar lokasi.

Edukasi dilakukan agar para pelaku usaha lebih memperhatikan cara pengelolaan limbah, khususnya bangkai ayam, sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Kami memberikan imbauan dan edukasi kepada peternak ayam maupun pemilik usaha agar dapat mengelola limbah dengan baik, sehingga tidak menimbulkan polusi udara maupun potensi penyebaran penyakit,” jelas Tea Gustianingsih.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha untuk lebih bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan dari aktivitas yang mereka jalankan.

Peran Masyarakat dalam Pengawasan Lingkungan

Selain penanganan dari aparat, masyarakat juga diimbau untuk lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan serta melaporkan jika menemukan hal-hal yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Kolaborasi antara warga, pemerintah gampong, dan aparat penegak hukum dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan limbah, terutama limbah organik seperti bangkai hewan, harus dilakukan dengan benar agar tidak menimbulkan dampak negatif yang luas.

Lingkungan Sekolah Harus Steril dari Pencemaran

Lingkungan sekolah sebagai tempat pendidikan dan tumbuh kembang anak seharusnya menjadi zona yang steril dari berbagai potensi pencemaran, baik dari segi udara, air, maupun limbah.

Kasus di Gampong Lamjame menunjukkan masih adanya persoalan dalam pengelolaan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.

Ke depan, diharapkan ada pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas usaha di sekitar lingkungan sekolah, termasuk pengelolaan limbah yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Komitmen Penanganan Berkelanjutan

Pihak kepolisian memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta mengambil langkah lanjutan jika ditemukan pelanggaran yang berulang.

Penanganan ini tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif melalui edukasi dan pengawasan berkelanjutan.

Dengan langkah cepat yang dilakukan, diharapkan kondisi lingkungan di sekitar Gampong Lamjame dapat kembali bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat, khususnya bagi para pelajar yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *