Berita Nasional

Satgas PRR Kucurkan Rp537 M untuk Perbaikan Rumah Korban Bencana

8
Satgas PRR Kucurkan Rp537 M untuk Perbaikan Rumah Korban Bencana
Menteri Dalam Negeri yang juga menjabat sebagai Kepala Satgas PRR Pusat, Muhammad Tito Karnavian didampingi Kaposko satgas PRR Wilayah Aceh, Dr. Safrizal ZA berfoto bersama warga setelah memberikan bantuan di Desa Sekumur, Kec. Sekerak, Aceh Tamiang, pada Sabtu ( 04/04/2026). FOTO/Dok. SATGAS PRR

JAKARTA — Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) terus menggulirkan bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatera. Hingga pertengahan April 2026, total dana yang telah disalurkan untuk perbaikan rumah penyintas mencapai Rp537,22 miliar.

Bantuan tersebut menyasar ribuan rumah rusak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa bantuan diberikan dalam bentuk dana stimulan langsung kepada masyarakat agar dapat memperbaiki rumah secara mandiri.

“Untuk rumah rusak ringan diberikan Rp15 juta, sedangkan rusak sedang Rp30 juta, ditambah bantuan lain dari Kementerian Sosial,” ujar Tito dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Selain bantuan perbaikan rumah, pemerintah juga menyalurkan dukungan lain berupa uang isi hunian sebesar Rp3 juta, bantuan ekonomi Rp5 juta, serta jaminan hidup Rp450 ribu per orang per bulan.

Berdasarkan data Satgas PRR, Aceh menjadi wilayah dengan penyaluran bantuan terbesar. Tercatat sebanyak 12.856 unit rumah rusak ringan dan 9.347 unit rusak sedang telah menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp473,25 miliar.

Baca Juga : Kaposwil Safrizal ZA: Pemulihan Aceh Pasca Bencana Terus Alami Kemajuan

Sementara di Sumatera Utara, bantuan disalurkan untuk 3.460 unit rumah dengan nilai Rp40,56 miliar. Adapun di Sumatera Barat, bantuan menjangkau 1.186 unit rumah senilai Rp23,41 miliar.

Secara keseluruhan, bantuan tersebut telah menyasar 26.849 unit rumah dan akan terus disalurkan secara bertahap.

Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hilang.

Data terbaru mencatat kebutuhan hunian tetap di tiga provinsi mencapai 39.021 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 241 unit telah selesai dibangun dan lebih dari seribu unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Sementara itu, pembangunan hunian sementara hampir mencapai target, dengan capaian 19.028 unit atau sekitar 92 persen dari total kebutuhan.

Pemerintah berharap percepatan penyaluran bantuan dan pembangunan hunian ini dapat membantu masyarakat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal pascabencana.


Eksplorasi konten lain dari acehpedia.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Exit mobile version