Berita Aceh

Polisi Temukan Barang Bukti Dugaan Pembakaran di Fakultas Pertanian USK, Labfor Turun Tangan Selidiki Penyebab Kebakaran

8
×

Polisi Temukan Barang Bukti Dugaan Pembakaran di Fakultas Pertanian USK, Labfor Turun Tangan Selidiki Penyebab Kebakaran

Sebarkan artikel ini
Tim Labfor Polri menemukan sejumlah barang bukti dugaan pembakaran di Fakultas Pertanian USK
Tim gabungan forensik mulai melakukan pemeriksaan intensif di kawasan Fakultas Pertanian USK sejak Rabu (3/6/2026)

“Tim Labfor Polri menemukan sejumlah barang bukti dugaan pembakaran di Fakultas Pertanian USK Banda Aceh. Hasil forensik akan menjadi dasar penyidikan kasus”.

ACEHPEDIA.COM |  Banda Aceh – Penyidikan kasus pengrusakan dan dugaan pembakaran yang terjadi di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh terus berlanjut. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan bersama Unit Identifikasi dan Forensik (Inafis) Satreskrim Polresta Banda Aceh telah menyelesaikan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Pemeriksaan yang berlangsung selama dua hari itu menghasilkan sejumlah temuan penting berupa barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi perusakan dan kebakaran sejumlah fasilitas kampus. Seluruh temuan kini sedang dianalisis lebih lanjut oleh Laboratorium Forensik Polri guna mendukung proses penyidikan.

Tim gabungan forensik mulai melakukan pemeriksaan intensif di kawasan Fakultas Pertanian USK sejak Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut difokuskan untuk mengidentifikasi pola kerusakan, mencari sumber kebakaran, serta mengumpulkan bukti-bukti yang dapat menjelaskan kronologi kejadian.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, menjelaskan bahwa proses olah TKP dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan ahli forensik dari Labfor Polri.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan seluruh proses penyidikan berjalan berdasarkan fakta dan bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Tim telah menyelesaikan pemeriksaan di lokasi dan sejumlah barang bukti telah diamankan untuk dilakukan analisis lebih lanjut di Laboratorium Forensik Polri,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Temuan Barang Bukti di Lokasi Kejadian

Dalam pemeriksaan di beberapa gedung Fakultas Pertanian USK, tim menemukan sejumlah benda yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa kebakaran maupun aksi pengrusakan.

Beberapa barang bukti yang diamankan antara lain botol yang mengalami bekas terbakar dan mengeluarkan aroma menyerupai hidrokarbon, batu, potongan kayu, hingga gir kendaraan bermotor.

Temuan tersebut menjadi salah satu fokus analisis laboratorium karena berpotensi memberikan petunjuk mengenai penyebab kebakaran yang terjadi.

Selain mengumpulkan barang bukti, tim juga mendokumentasikan berbagai bentuk kerusakan fisik yang ditemukan di sejumlah bangunan kampus.

Kerusakan terlihat pada pintu, kusen, jendela, serta beberapa fasilitas lain yang mengalami pecah, rusak, atau terbakar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tim menemukan indikasi kerusakan pada beberapa gedung yang berada di kawasan Fakultas Pertanian USK.

Pada hari pertama pemeriksaan, fokus investigasi dilakukan di sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan cukup signifikan. Petugas menemukan banyak kaca jendela pecah serta kerusakan pada akses masuk bangunan.

Di sekitar lokasi juga ditemukan batu dan potongan kayu yang diduga digunakan untuk melakukan pengrusakan terhadap beberapa fasilitas kampus.

Tim kemudian melakukan pemeriksaan lebih rinci pada area laboratorium yang terbakar untuk mengidentifikasi sumber api serta mengumpulkan sampel yang relevan dengan penyelidikan.

Sampel tersebut nantinya akan diuji menggunakan metode forensik guna mengetahui apakah terdapat unsur tertentu yang memicu terjadinya kebakaran.

Dalam proses investigasi, tim juga memeriksa sejumlah bangunan lain yang berada di lingkungan Fakultas Pertanian.

Salah satu lokasi yang turut diperiksa adalah area gedung lama fakultas. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kerusakan maupun bekas kebakaran pada area tersebut.

Temuan ini membantu penyidik mempersempit fokus investigasi pada lokasi yang benar-benar terdampak sehingga proses analisis dapat dilakukan lebih efektif.

Pemeriksaan kemudian dilanjutkan ke sejumlah bangunan lain untuk memastikan seluruh area yang berkaitan dengan peristiwa tersebut telah diperiksa secara menyeluruh.

Pemeriksaan Lanjutan Fokus Ungkap Sumber Kebakaran

Pada hari kedua, Kamis (4/6/2026), tim kembali melanjutkan pemeriksaan di kawasan Fakultas Pertanian USK yang baru.

Penyidik melakukan pendalaman terhadap beberapa gedung yang mengalami kerusakan maupun indikasi kebakaran.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui titik awal kebakaran sekaligus memetakan pola kerusakan yang terjadi pada bangunan.

Di salah satu gedung, tim menemukan sejumlah barang yang diduga memiliki hubungan dengan peristiwa tersebut, termasuk botol terbakar yang mengeluarkan aroma khas bahan hidrokarbon.

Temuan itu kini menjadi salah satu objek utama pemeriksaan laboratorium guna memastikan kandungan zat yang terdapat pada barang bukti tersebut.

Kepolisian menegaskan bahwa hasil analisis Laboratorium Forensik akan menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan kasus.

Pemeriksaan ilmiah diperlukan untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat faktor tertentu, unsur kesengajaan, atau penyebab lainnya yang dapat dibuktikan secara hukum.

Selain itu, hasil laboratorium juga akan membantu penyidik dalam menyusun rangkaian fakta yang akurat mengenai kejadian di Fakultas Pertanian USK.

Pendekatan berbasis bukti ilmiah dinilai penting agar proses penegakan hukum berjalan objektif dan tidak didasarkan pada dugaan semata.

Hingga saat ini, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap seluruh barang bukti yang telah diamankan dari lokasi kejadian.

Polresta Banda Aceh memastikan proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional dengan melibatkan tenaga ahli forensik yang berkompeten di bidangnya.

Hasil investigasi tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum berikutnya dalam mengungkap penyebab pasti pengrusakan dan kebakaran yang terjadi di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala.

Dengan dukungan pemeriksaan forensik yang komprehensif, aparat berharap kasus ini dapat terungkap secara terang sehingga memberikan kepastian hukum serta menjawab berbagai pertanyaan terkait insiden yang menjadi perhatian publik tersebut.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami : Facebook | Instagram