Berita AcehBreaking News

Hari Keempat MTQ ke-35 Aceh Besar, Syarhil dan Fahmil Quran Tarik Perhatian Masyarakat

8
×

Hari Keempat MTQ ke-35 Aceh Besar, Syarhil dan Fahmil Quran Tarik Perhatian Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Hari Keempat MTQ ke-35 Aceh Besar, Syarhil dan Fahmil Quran
Peserta Lomba Syarhil Quran saat tampil pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Besar di Aula Kantor Camat Kuta Baro, Aceh Besar, Selasa (27/10/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

ACEHPEDIA.COM | Aceh Besar – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Besar semakin semarak memasuki hari keempat, Selasa (27/10/2026). Sejumlah cabang perlombaan masih berlangsung pada babak penyisihan, dengan Syarhil Quran dan Fahmil Quran menjadi dua cabang yang menarik perhatian masyarakat.

Antusiasme terlihat dari kehadiran warga yang menyaksikan langsung penampilan para peserta. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan memahami, menyampaikan, dan mendalami nilai-nilai Al-Quran.

Perlombaan Syarhil Quran berlangsung di Aula Kantor Camat Kuta Baro, sedangkan Fahmil Quran digelar di kompleks Dayah Daruzzahidin.

Kedua cabang tersebut menghadirkan suasana kompetisi yang berbeda. Syarhil Quran menampilkan kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan-pesan Al-Quran secara terstruktur, sementara Fahmil Quran menguji pengetahuan dan ketangkasan peserta dalam menjawab pertanyaan seputar ilmu Al-Quran dan keislaman.

Syarhil Quran Disambut Antusias Penonton

Perlombaan Syarhil Quran digelar mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan dilanjutkan kembali pada pukul 14.00 WIB. Peserta dari berbagai kecamatan tampil bergantian menyampaikan materi dengan tema yang berkaitan dengan kehidupan umat Islam.

Sejumlah penampilan mendapatkan sambutan meriah dari penonton yang memenuhi Aula Kantor Camat Kuta Baro. Tepuk tangan terdengar ketika para peserta menyelesaikan penampilan mereka.

Materi yang disampaikan umumnya mengangkat pentingnya ilmu pengetahuan, pembelajaran Al-Quran, pemahaman nilai-nilai Islam, serta peran generasi muda muslim dalam menghadapi tantangan zaman.

Melalui cabang ini, peserta tidak hanya dituntut memahami materi keagamaan, tetapi juga mampu menyampaikannya dengan bahasa yang baik, argumentasi yang runtut, dan penampilan yang meyakinkan.

Munawir, salah seorang warga yang hadir menyaksikan perlombaan, mengaku senang melihat kemampuan para peserta yang sebagian besar masih berusia muda.

“Alhamdulillah, saya lihat, Cabang Syarhil Quran ini sangat menarik dan ramai dihadiri warga,” ujarnya.

Kehadiran masyarakat menjadi bagian penting dalam menyemarakkan MTQ. Dukungan penonton juga memberikan motivasi bagi peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik selama mengikuti perlombaan.

Fahmil Quran Berlangsung Kompetitif

Suasana serupa terlihat dalam perlombaan Fahmil Quran yang berlangsung di kompleks Dayah Daruzzahidin. Para peserta dari kafilah masing-masing kecamatan beradu pengetahuan dan ketangkasan untuk mengumpulkan poin.

Cabang Fahmil Quran menuntut penguasaan materi keislaman sekaligus kemampuan berpikir cepat dan bekerja sama dalam tim. Peserta harus mampu memahami pertanyaan dengan cermat sebelum memberikan jawaban yang tepat.

Persaingan antarkafilah berlangsung penuh semangat. Dukungan dari pendamping dan penonton turut menambah suasana kompetisi selama perlombaan berlangsung.

Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Besar, Rusdi SSos MSi, bersama sejumlah pejabat lainnya turut hadir memberikan semangat kepada para peserta.

Rusdi mengatakan, seluruh kafilah dari 23 kecamatan di Aceh Besar telah mengikuti cabang-cabang yang diperlombakan dalam rangkaian MTQ tersebut. Para peserta, menurutnya, menunjukkan semangat untuk memberikan hasil terbaik bagi kecamatan masing-masing.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan MTQ ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Besar yang dipusatkan di Kecamatan Kuta Baro dan tersebar di sembilan lokasi perlombaan.

Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk menjaga semarak kegiatan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menyukseskan agenda keagamaan daerah.

MTQ Menjadi Ruang Pembinaan Generasi Qurani

MTQ tidak hanya berorientasi pada persaingan untuk meraih prestasi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan menghayati kandungan Al-Quran.

Melalui berbagai cabang perlombaan, peserta mendapatkan kesempatan mengembangkan potensi sesuai bidang yang ditekuni. Ada yang menonjol dalam seni membaca Al-Quran, menghafal ayat, memahami tafsir, hingga menyampaikan pesan keislaman di hadapan publik.

Syarhil Quran, misalnya, memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus menyampaikan nilai-nilai Al-Quran secara sistematis. Sementara Fahmil Quran mendorong peserta memperdalam pengetahuan agama, ketelitian, dan kerja sama tim.

Beragam kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam membangun pemahaman keagamaan yang baik dan menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan peserta dari berbagai kecamatan juga memperlihatkan bahwa pembinaan tilawah dan pemahaman Al-Quran berlangsung di tengah masyarakat melalui lembaga pendidikan, dayah, serta lingkungan keluarga.

Sembilan Lokasi Perlombaan Ramaikan Kuta Baro

Pada Selasa (27/10/2026), sejumlah cabang MTQ ke-35 Aceh Besar dilaksanakan secara bersamaan di beberapa lokasi di Kecamatan Kuta Baro.

Cabang Tilawah berlangsung di Lapangan Kemukiman Bueng Cala sejak pagi hingga malam hari. Sementara itu, Qiraah Sab’ah digelar di Masjid Jamik Baitul Makmur Ateuk.

Cabang Tartil dan Tahfiz 1–5 Juz dilaksanakan di Meunasah Gampong Babah Jurong. Adapun Tahfiz 10, 20, dan 30 Juz berlangsung di Meunasah Gampong Bueng Bak Jok.

Untuk cabang Tafsir Quran, perlombaan bertempat di Meunasah Gampong Lampuuk. Syarhil Quran digelar di Aula Kantor Camat Kuta Baro, sedangkan Fahmil Quran, Khattil Quran, dan Karya Tulis Ilmiah Al-Quran (KTIQ) berlangsung di kompleks Dayah Daruzzahidin.

Penyebaran lokasi tersebut membuat aktivitas MTQ menjangkau sejumlah titik di wilayah Kecamatan Kuta Baro. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan perlombaan sesuai cabang dan lokasi yang diminati.

Pelaksanaan di beberapa tempat juga melibatkan lingkungan masyarakat setempat dalam mendukung kelancaran kegiatan, sekaligus menghadirkan suasana religius di kawasan penyelenggaraan.

Semangat Kafilah dan Dukungan Masyarakat

Memasuki hari keempat, MTQ ke-35 Aceh Besar terus memperlihatkan antusiasme peserta dan masyarakat. Para kafilah berupaya memberikan penampilan terbaik, sementara warga turut hadir untuk menyaksikan jalannya perlombaan.

Dukungan tersebut menjadi salah satu unsur yang membuat pelaksanaan MTQ berlangsung meriah. Kehadiran masyarakat juga memperkuat hubungan antara kegiatan keagamaan, lembaga pendidikan Islam, dan kehidupan sosial di tingkat kecamatan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengharapkan kegiatan ini dapat berjalan lancar hingga seluruh rangkaian perlombaan selesai. Masyarakat pun diajak terus berpartisipasi dalam menyukseskan MTQ sebagai agenda pembinaan Al-Quran dan pengembangan prestasi generasi muda.

Dengan berbagai cabang yang diperlombakan, MTQ ke-35 menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Quran, meningkatkan kualitas pembinaan peserta, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat Aceh Besar.

Antusiasme yang terlihat di Kuta Baro menunjukkan bahwa MTQ bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan juga kesempatan untuk merawat tradisi keagamaan dan menanamkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan masyarakat.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami : Facebook | Instagram