ACEHPEDIA.COM | Medan – Persiapan pelaksanaan Asean U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 memasuki tahap akhir menjelang kick-off pada 1 Juni 2026. Meski sebelumnya masuk dalam daftar calon lokasi pertandingan, Stadion Teladan Medan dipastikan belum menjadi venue utama turnamen karena sejumlah fasilitas pendukung masih dalam proses penyelesaian.
Sebagai gantinya, seluruh pertandingan resmi turnamen kelompok usia paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara tersebut akan dipusatkan di dua stadion, yakni Stadion Utama Sumatera Utara dan Stadion Madya Atletik yang berada di kawasan Sport Center Sumut.
Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap kesiapan infrastruktur stadion yang akan digunakan selama kompetisi berlangsung.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan kondisi lapangan Stadion Teladan sebenarnya telah memenuhi standar untuk digunakan dalam pertandingan sepak bola internasional. Namun, beberapa fasilitas penunjang yang berkaitan dengan kenyamanan dan keselamatan penonton masih membutuhkan penyempurnaan.
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menjelaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada kualitas lapangan pertandingan, melainkan pada infrastruktur pendukung yang harus memenuhi standar keamanan penyelenggaraan event internasional.
Beberapa fasilitas yang masih memerlukan penyelesaian antara lain akses keluar masuk penonton, sarana sanitasi, hingga sejumlah fasilitas pendukung lainnya yang menjadi syarat penting dalam penyelenggaraan pertandingan dengan kehadiran penonton.
Menurut Bobby Nasution, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan stadion untuk ajang internasional.
Karena itu, pemerintah daerah memilih mendukung langkah yang dianggap paling aman bagi seluruh pihak, baik peserta, ofisial, maupun penonton yang nantinya hadir menyaksikan pertandingan.
PSSI dan Pemprov Sumut Utamakan Faktor Keselamatan
Penyelenggaraan turnamen internasional tidak hanya menuntut kualitas lapangan yang baik, tetapi juga kesiapan berbagai aspek pendukung lainnya.
Mulai dari jalur evakuasi, kapasitas fasilitas umum, sistem keamanan stadion, hingga kenyamanan pengunjung menjadi bagian penting dalam penilaian kelayakan venue.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan akan mengikuti seluruh rekomendasi yang diberikan oleh PSSI selaku federasi sepak bola nasional.
Dukungan tersebut diberikan untuk memastikan seluruh pertandingan berjalan lancar tanpa mengabaikan standar keselamatan yang telah ditetapkan.
Langkah ini juga menunjukkan komitmen Sumatera Utara sebagai tuan rumah dalam menyukseskan turnamen yang akan diikuti sejumlah negara Asia Tenggara tersebut.
Meski tidak masuk sebagai venue utama pertandingan yang terbuka untuk penonton, peluang Stadion Teladan untuk terlibat dalam penyelenggaraan turnamen masih belum sepenuhnya tertutup.
Pelaksana Tugas Ketua Asprov PSSI Sumatera Utara, Arya Sinulingga, menyebutkan bahwa hingga saat ini masih terdapat beberapa skenario yang sedang dipertimbangkan.
Opsi pertama adalah memanfaatkan Stadion Teladan sebagai pusat latihan resmi bagi tim-tim peserta yang berlaga di turnamen.
Pilihan ini dinilai cukup realistis mengingat kualitas lapangan sudah berada dalam kondisi baik dan siap digunakan untuk aktivitas latihan intensif selama kompetisi berlangsung.
Sementara opsi kedua adalah menjadikan stadion tersebut sebagai lokasi pertandingan dengan skema khusus tanpa kehadiran penonton.
Jika opsi tersebut dipilih, Stadion Teladan berpotensi menggelar beberapa pertandingan selama fase turnamen berlangsung.
Namun hingga akhir Mei 2026, keputusan final terkait pemanfaatan stadion bersejarah tersebut masih menunggu evaluasi lanjutan dari pihak terkait.
Stadion Utama Sumut Jadi Pusat Perhatian
Dengan tidak digunakannya Stadion Teladan sebagai venue utama, perhatian publik kini tertuju pada Stadion Utama Sumatera Utara yang akan menjadi lokasi pembukaan resmi turnamen.
Stadion yang dibangun sebagai bagian dari kawasan olahraga terpadu tersebut dipersiapkan menjadi wajah utama Sumatera Utara di hadapan peserta dan tamu internasional.
Fasilitas modern yang dimiliki stadion ini dinilai mampu memenuhi standar penyelenggaraan pertandingan internasional, baik dari sisi teknis maupun kenyamanan penonton.
Selain Stadion Utama Sumut, Stadion Madya Atletik juga akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan pertandingan selama turnamen berlangsung.
Kehadiran dua venue tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh agenda kompetisi berjalan sesuai jadwal tanpa kendala berarti.
Turnamen Asean U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 dijadwalkan resmi dibuka pada Senin, 1 Juni 2026.
Pertandingan pembuka akan berlangsung pada sore hari sebelum dilanjutkan dengan laga yang paling dinantikan para pecinta sepak bola nasional.
Tim Nasional Indonesia U-19 dijadwalkan menghadapi Timor Leste U-19 pada pertandingan malam yang diprediksi akan menyedot perhatian besar dari masyarakat.
Laga tersebut menjadi momentum penting bagi skuad Garuda Muda untuk memulai perjalanan mereka di ajang regional dengan hasil positif.
Sebagai tuan rumah, Indonesia tentu membawa harapan besar untuk tampil kompetitif dan meraih prestasi terbaik di hadapan pendukung sendiri.
Terpilihnya Sumatera Utara sebagai tuan rumah turnamen internasional usia muda menjadi kesempatan berharga untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam menggelar event olahraga berskala internasional.
Selain memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola lokal, penyelenggaraan turnamen ini juga diperkirakan mendorong sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga usaha mikro dan menengah di sekitar lokasi pertandingan.
Kehadiran tim peserta, ofisial, media, dan suporter dari berbagai negara ASEAN akan memberikan efek ekonomi yang cukup signifikan bagi daerah.
Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memastikan seluruh fasilitas pendukung dapat berfungsi optimal selama turnamen berlangsung.
Meski Stadion Teladan belum sepenuhnya siap digunakan sebagai venue utama, penyelenggaraan Asean U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 tetap dipastikan berjalan sesuai rencana dengan dukungan Stadion Utama Sumatera Utara dan Stadion Madya Atletik sebagai pusat pertandingan.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Sumatera Utara diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan turnamen yang sukses sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang siap menjadi tuan rumah event olahraga internasional di Indonesia.
