Berita FotoAceh

​Ratusan Warga Lepasliarkan 90 Tukik Penyu Lekang di Pantai Lampuuk

52
Pelepasan Anak Penyu
Pelepasan 90 Anak penyu Olive Ridley (Lepidochelys olivacea) sebagai upaya untuk meningkatkan populasi penyu di alam liar dan menjaga keseimbangan ekosistem laut di Pusat Konservasi Penyu di Pantai Lampuuk, Aceh Besar, Aceh, Indonesia, pada hari Selasa (20/01/2026). FOTO/ACEHPEDIA.COM/M.Iqbal

ACEH BESAR – Haru dan antusiasme mewarnai pesisir Pantai Lampuuk pada Selasa (20/1/2026). Sebanyak 90 ekor tukik jenis Penyu Lekang resmi dilepasliarkan ke habitat asalnya melalui unit Konservasi Penyu Lampuuk, Aceh Besar.

​Acara yang berlangsung sore hari tersebut dihadiri oleh ratusan warga lokal, wisatawan, hingga aktivis lingkungan yang memadati bibir pantai untuk menyaksikan langsung langkah pertama bayi-bayi penyu tersebut menuju samudra.

Mengenal Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea)
​Penyu Lekang, atau yang secara internasional dikenal dengan nama Olive Ridley Sea Turtle, merupakan spesies penyu terkecil di dunia. Di Indonesia, satwa ini juga sering disebut dengan nama Penyu Abu-abu. Spesies ini dikenal karena warna karapasnya yang hijau keabu-abuan dan kebiasaan bertelurnya yang unik.

Harapan Masyarakat untuk Kelestarian Biota Laut
​Keterlibatan ratusan warga dalam aksi ini bukan tanpa alasan. Kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan terhadap upaya konservasi di Aceh Besar.

​”Kami berharap dengan dilepaskannya tukik-tukik ini, populasi penyu di masa depan tetap terjaga. Ini adalah warisan untuk anak cucu kita agar tetap bisa melihat keindahan biota laut secara langsung, bukan hanya dari buku,” ujar salah satu warga yang hadir.

​Mengapa Pelepasliaran Ini Sangat Penting?, Pelepasliaran tukik bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan langkah krusial bagi kesehatan ekosistem laut. Berikut adalah alasan mengapa keberadaan Penyu Lekang sangat vital:

​Penjaga Keseimbangan Rantai Makanan: Penyu Lekang berperan mengontrol populasi ubur-ubur dan hewan invertebrata lainnya di laut.

​Aktivitas penyu saat mencari makan membantu sirkulasi nutrien di dasar laut, yang secara tidak langsung mendukung pertumbuhan terumbu karang yang sehat.

​Indikator Lingkungan: Kehadiran penyu yang kembali bertelur di pantai menunjukkan bahwa ekosistem pesisir tersebut masih terjaga dan minim polusi.

Rasio Kelangsungan Hidup yang Rendah: Secara alami, hanya 1 dari 1.000 tukik yang mampu bertahan hidup hingga dewasa di alam liar. Oleh karena itu, pelepasan dalam jumlah banyak sangat diperlukan untuk meningkatkan peluang keberhasilan populasi.

Dengan aksi ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak memburu telur penyu dan menjaga kebersihan pantai dari sampah plastik semakin meningkat, demi menjamin hari esok bagi sang “Penjelajah Samudra”

Exit mobile version