Internasional

Iran Tegas: “Tak Ada Negosiasi Tanpa Lebanon”, Konflik Memanas, Selat Hormuz Ditutup

36
Ilustrasi

Teheran, 11 April 2026 – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran menegaskan tidak akan melanjutkan pembicaraan apa pun tanpa adanya penghentian konflik di Lebanon. Pernyataan keras ini muncul di tengah perbedaan tajam dengan Amerika Serikat dan Israel terkait kesepakatan gencatan senjata.

Iran menyatakan bahwa jeda permusuhan selama dua minggu yang disepakati dengan Washington mencakup penghentian pertempuran antara Israel dan Hizbullah. Namun, Israel menolak interpretasi tersebut dan tetap melanjutkan operasi militernya, termasuk serangan besar yang dilaporkan menewaskan serta melukai lebih dari 1.000 orang.

Iran Tutup Selat Hormuz, Tekanan Global Meningkat

Sebagai respons atas eskalasi tersebut, Teheran mengambil langkah strategis dengan menutup Selat Hormuz—jalur vital perdagangan energi dunia—yang langsung meningkatkan kekhawatiran global.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa negaranya tidak akan terlibat dalam negosiasi tanpa adanya gencatan senjata di Lebanon serta pembebasan aset Iran yang dibekukan.

AS Bantah, Diplomasi di Pakistan Dimulai

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata, berbeda dengan klaim Iran dan mediator dari Pakistan.

Delegasi tinggi Amerika Serikat, termasuk Wakil Presiden JD Vance, utusan Steve Witkoff, dan penasihat Jared Kushner, telah tiba di Islamabad untuk melakukan pembicaraan langsung dengan perwakilan Iran.

Konflik Lebanon Terus Memanas

Meski upaya diplomatik terus dilakukan, situasi di Lebanon belum menunjukkan tanda mereda. Israel dilaporkan terus melancarkan serangan sejak gencatan senjata diberlakukan pada November 2024—yang disebut telah dilanggar ratusan kali.

Setelah meningkatnya konflik antara AS, Israel, dan Iran sejak akhir Februari, Hizbullah juga melancarkan serangan balasan lintas perbatasan, yang kemudian memicu eskalasi lebih luas di wilayah Lebanon selatan.

Pemerintah Lebanon melaporkan hampir 2.000 korban jiwa dalam beberapa pekan terakhir, termasuk lebih dari 350 orang yang tewas hanya dalam satu hari serangan.

Pembicaraan Terancam Buntu

Dengan Israel menolak melibatkan Hizbullah dalam pembahasan gencatan senjata, pembicaraan pekan depan diperkirakan hanya akan berfokus pada pemerintah Lebanon.

Kondisi ini berpotensi memperumit upaya perdamaian, mengingat peran besar Hizbullah dalam dinamika konflik di kawasan tersebut.


Eksplorasi konten lain dari acehpedia.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Exit mobile version