Berita AcehBreaking News

12 Jamaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci, PPIH Sampaikan Duka dan Doa untuk Keluarga

16
Jamaah Haji Aceh
pesawat Boeing 737 non-operasional milik Garuda Indonesia kini resmi menjadi sarana edukasi bagi calon jamaah haji dan umrah di Asrama Haji Aceh. Setelah melalui proses restorasi selama lebih dari satu bulan, mock-up pesawat tersebut diresmikan di kompleks asrama yang berlokasi di Banda Aceh, Minggu (15/02/2026).

Sebanyak 12 jamaah haji Aceh wafat di Tanah Suci selama musim haji 2026. PPIH Embarkasi Aceh menyampaikan belasungkawa dan memastikan seluruh hak jamaah dipenuhi.

ACEHPEDIA.COM | Banda Aceh – Sebanyak 12 jamaah haji asal Embarkasi Banda Aceh (BTJ) dilaporkan wafat di Tanah Suci selama pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Para jamaah yang berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Aceh tersebut meninggal dunia akibat berbagai faktor kesehatan dan telah dimakamkan di lokasi pemakaman suci di Arab Saudi.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Drs. H. Arijal, M.Si., mengatakan hingga Kamis (18/6/2026), jumlah jamaah haji Aceh yang wafat di Arab Saudi mencapai 12 orang.

Menurut Arijal, para jamaah yang wafat berasal dari berbagai daerah di Aceh, di antaranya Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Selatan, Bireuen, Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang.

“Berdasarkan data PPIH Embarkasi Aceh, hingga 18 Juni 2026 terdapat 12 jamaah haji Aceh yang wafat di Tanah Suci. Mereka berasal dari Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Selatan, Bireuen, Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang,” ujar Arijal didampingi Humas PPIH Embarkasi Aceh, H. Darwin.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar jamaah meninggal dunia akibat gangguan kesehatan, seperti serangan jantung, gagal napas, penyakit ginjal kronis, serta komplikasi penyakit penyerta lainnya.

PPIH Aceh Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Atas wafatnya para jamaah tersebut, PPIH Embarkasi Aceh menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.

“Atas nama PPIH Embarkasi Aceh dan seluruh petugas haji, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para jamaah haji Aceh di Tanah Suci. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah mereka, mengampuni segala dosa dan khilafnya, serta menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya,” kata Arijal.

PPIH juga mengajak seluruh keluarga untuk menerima musibah tersebut dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Menurutnya, wafat saat menjalankan ibadah haji merupakan kemuliaan yang diharapkan oleh setiap Muslim.

“Kami mengajak seluruh keluarga untuk bersabar dan ikhlas menerima ketetapan Allah SWT. Mari kita doakan agar seluruh jamaah yang wafat memperoleh husnul khatimah, diampuni segala dosanya, dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” lanjutnya.

Kepergian para jamaah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun petugas haji yang mendampingi mereka selama di Tanah Suci.

Belum lama sebelum keberangkatan, para jamaah masih menjalani berbagai tahapan persiapan di Asrama Haji Embarkasi Aceh, mulai dari pemeriksaan kesehatan akhir, penerimaan dokumen perjalanan, manasik terakhir, hingga pembagian uang saku (living cost) sebagai bekal selama berada di Arab Saudi.

PPIH Aceh memastikan seluruh jamaah yang wafat telah mendapatkan pelayanan terbaik sesuai prosedur yang berlaku, mulai dari proses pemulasaran jenazah hingga pemakaman.

Para jamaah tersebut dimakamkan di sejumlah lokasi pemakaman suci, di antaranya Pemakaman Jannatul Baqi di Madinah dan Pemakaman Syaraya di Makkah.

Hak Jamaah Tetap Dipenuhi Pemerintah

Selain pelayanan pemakaman, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga memastikan seluruh hak jamaah yang wafat tetap dipenuhi sesuai ketentuan.

Bagi jamaah yang belum sempat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, telah dilakukan badal haji sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, dokumen administrasi dan hak-hak jamaah lainnya akan diproses serta diserahkan kepada ahli waris setelah seluruh operasional penyelenggaraan ibadah haji selesai dilaksanakan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada jamaah haji Indonesia, termasuk bagi mereka yang wafat saat menunaikan ibadah di Tanah Suci.

PPIH Embarkasi Aceh mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama mendoakan para jamaah yang telah berpulang agar mendapatkan rahmat, ampunan, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Semoga para dhuyufurrahman yang wafat di Tanah Suci memperoleh husnul khatimah, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di surga terbaik. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan,” tutup Arijal.

Keberangkatan ke Tanah Suci merupakan perjalanan spiritual yang penuh makna bagi umat Islam. Karena itu, wafat saat menunaikan ibadah haji diyakini sebagai kemuliaan yang membawa harapan besar akan rahmat dan ampunan Allah SWT.


Kunjungi Juga Media Sosial Kami : Facebook | Instagram

Exit mobile version